Pangeran Charles dan William Tidak Minat Beli ‘Kapal Pesiar Baru Kerajaan’

oleh -270.759 views
Kapal Pesiar Baru Kerajaan

London I Realitas – Dua laki-laki pewaris tahta Kerajaan Inggris dikabarkan menentang rencana Perdana Menteri (PM) Boris Johnson untuk membeli kapal pesiar baru Kerajaan. 

Kabar ini disebut membuat marah Perdana Menteri yang dijuluki ‘gajah putih besar populis’ itu.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (28/6/2021), beberapa sumber di Istana Buckingham mengatakan kepada The Sunday Times bahwa Pangeran Charles dan putranya, Pangeran William ‘tidak tertarik’ dengan kapal pesiar yang diperkirakan seharga 200 juta poundsterling itu.

Orang dalam kerajaan tersebut mengklaim bahwa ‘tidak ada seorang pun’ di istana yang menginginkan kapal pesiar baru.

“Charles tidak menginginkannya, William pun tidak menginginkannya. Mereka sama sekali tidak tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan Angkatan Laut. Semua kontroversi ini semakin membuat mereka menjauh,” kata sumber tersebut.

Perlu diketahui, sebagai anggota keluarga kerajaan, kedua pangeran itu telah menjabat sebagai perwira di Angkatan Laut Kerajaan dan masih memegang pangkat kehormatan.

William memiliki pangkat sebagai Letnan Komandan dan Charles sebagai Laksamana Armada.

Sebelumnya, Johnson menegaskan bahwa kapal pesiar itu akan menjadi ‘produk terbaik yang dipamerkan Inggris’ kepada seluruh dunia.

Gagasannya pun didukung Matt Hancock, namun dukungan itu kini tidak berarti karena Hancock telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Kesehatan Inggris sejak Sabtu lalu.

“Jumlah investasi yang bisa anda dapatkan dari seluruh dunia dengan menunjukkan yang terbaik dari Inggris di pelabuhan di seluruh dunia sangat, sangat signifikan,” kata Hancock.

Sementara itu, mantan Kanselir Kenneth Clarke, mengeluarkan kata-kata kasar untuk proyek tersebut.

“Rencana kapal pesiar ini seperti buang-buang waktu, omong kosong populis konyol, kami tidak punya uang untuk membayarnya,” kata Clarke.

Perlu diketahui, utang pemerintah Inggris mencapai 24,3 miliar poundsterling pada Mei 2021, angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan utang 43,8 miliar pundsterling pada tahun lalu saat pandemi Covid -19 baru menyebar.

Namun angkanya 18,9 miliar poundsterling lebih tinggi jika dibandingkan utang pada Mei 2019.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Inggris yang didukung Johnson pada pekan lalu setelah mengirim kapal perusak Angkatan Laut Kerajaan HMS Defender ke perairan Rusia di semenanjung Krimea, dilaporkan kesal karena diminta membayar tagihan untuk proyek tersebut.

Kepala Pertahanan dikabarkan telah memperingatkan bahwa demi membeli kapal pesiar, Angkatan Laut Inggris harus memangkas pembelian kapal perang atau jet lompat siluman F-35 buatan Amerika Serikat (AS) yang mahal itu.

Seorang sumber menyampaikan bahwa Johnson pun marah mengetahui hal ini.

“Johnson sangat marah dengan semua ini, karena ia ingin rencananya itu berhasil,” kata seorang sumber.

Johnson menegaskan bahwa rencananya untuk pembelian pertama kapal pesiar baru Kerajaan seharga 200 juta poundsterling dalam 24 tahun terakhir, akan menampilkan ‘yang terbaik dari Inggris’ saat berlayar ke seluruh dunia.

Namun para pengamat menjulukinya sebagai ‘gajah putih populis’ dan lembaga perbendaharaan negara itu dilaporkan menolak untuk mendanainya.

Source