Gagalkan Ribuan Kasus Narkoba, Ketua DPD RI La Nyalla Apresiasi Polri

oleh -81.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Ketua DPD RI, Ir. La Nyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena berhasil menggagalkan hampir 20 ribu kasus.

Tepatnya 19.219 kasus peredaran narkotika selama rentang waktu Januari hingga Juni 2021.

“Komitmen pemberantasan narkoba oleh Polri harus terus didukung,” terang Ketua DPD RI melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Dari 19.219 kasus peredaran narkoba yang berhasil digagalkan, Polri mendapati barang bukti terbanyak dari tembakau gorila, yaitu 34 ton, kemudian 2,14 ton ganja, sabu-sabu 6,64 ton, heroin 73,4 gram, kokain 106,84 gram dan pil ekstasi 239.227 butir. Menurut Ketua DPD RI, banyaknya kasus yang ditemukan Polri menunjukkan Indonesia saat ini masih menjadi konsumen besar peredaran narkotika.

BACA JUGA :   Lanud Suryadarma Latihan Penanggulangan Terjadinya Kebakaran

Dia menegaskan bahwa perang melawan narkoba harus terus dilakukan semua pihak termasuk masyarakat. Keberhasilan Polri mengagagalkan hampir 20 ribu kasus narkotika perlu mendapat apresiasi dan dukungan.

Upaya penghentian peredaran narkotika oleh Polri juga tidak sembarangan termasuk pengusutan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,1 ton jaringan internasional Timur Tengah beberapa waktu lalu.

Pada April lalu, Polri juga menangkap jaringan narkoba dengan barang bukti 2,5 ton sabu-sabu. Sedangkan hingga Juni tercatat 3,6 ton narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil digagalkan.

BACA JUGA :   Zul Irfan Tata PKB Dan NU Melalui GOG di Batu Bara Menuju Tahun 2024

“Perlu diingat, narkotika dapat merusak mental dan masa depan generasi muda kita. Selain itu juga merusak ekonomi serta berdampak besar terhadap berbagai aspek lainnya,” tambah Ketua DPD RI.

Namun, Ketua Ketua DPD RI mengingatkan, agar Polri terus bersinergi dengan sejumlah instansi terkait untuk memberantas narkoba termasuk badan narkotika nasional (BNN).

Apalagi, di masa pandemi Covid-19 banyak celah yang digunakan pelaku untuk memasarkannya ke Indonesia.

Baru kemarin saya mendengar dari Gubernur Kalimatan Barat Bapak Sutarmidji yang mengeluhkan gampangnya pengedar narkoba masuk dari Malaysia karena kurangnya infrastruktur di perbatasan,” ujar Ketua DPD RI.

BACA JUGA :   Puluhan Anak Yatim di Krueng Raya Dapat Bansos Dari Wakapolda Aceh

Oleh sebab itu, Ketua DPD RI berharap segera ada perbaikan kekurangan yang diperlukan di daerah perbatasan.

Jika tidak, minimnya sarana dan prasarana di pintu-pintu perbatasan memudahkan bandar narkoba jaringan internasional memasok narkoba ke Indonesia.

Terakhir, Ketua DPD RI mengajak semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba. Karena peredaran barang ini bisa saja terjadi di sekitar lingkungan masing-masing dan mengancam anak bangsa. (*)

UPDATE CORONA