PKB-PDIP Bantah Bupati Nganjuk Terjaring Tangkap Tangan KPK Kader Partai

oleh -265.759 views

Jakarta I Realitas – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan kompak membantah Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang terjaring tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai kader partai.

Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim meminta keberadaan Novi tidak dikait-kaitkan dengan PKB.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan Novi dalam sebuah video di media sosial Youtube, yang bersangkutan telah menegaskan bukan kader PKB.

Luqman kemudian mengirimkan tautan video Youtube dari akun ‘MADUTV NETWORK JAWATIMUR’. Dalam video itu, Novi mengaku sebagai kader PDIP, bukan partai politik lain.

Meski begitu, ia menegaskan, PKB menghormati langkah hukum yang dilakukan KPK.

BACA JUGA :  LSM KANA Dan LBH Iskandar Muda Aceh Desak Kejati Aceh : Usut Dugaan Pungli Proyek Revitalisasi Sekolah di Aceh Timur

PKB, menurut Luqman, mendukung KPK memberantas seluruh praktik korupsi terjadi di Indonesia.

“Kami menghormati langkah-langkah hukum yang dilakukan KPK sebagai upaya tak kenal lelah untuk memberantas praktik korupsi di Tanah Air. Baik langkah penindakan maupun pencegahan,” tutur Luqman.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Syaiful Hidayat, membantah Novi merupakan kader partainya.

Menurutnya, sosok yang merupakan kader PDIP ialah Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Dia menyatakan, PDIP memang berduet dengan PKB saat mengusung Novi-Marhaen di Pilkada Nganjuk pada 2018.

“Yang bersangkutan [Novi] bukan kader PDI Perjuangan. Wakilnya yang kader pengurus, salah satu Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Waktu Pilkada [2018] diusung sama PKB dan PDI Perjuangan,” kata Djarot.

BACA JUGA :  Hasil Investigasi Media Realitas : ‎Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Diduga Pungut Fee Proyek Revitalisasi sekolah Aceh Timur ‎

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron membenarkan pihaknya melakukan OTT terhadap Novi dan sejumlah pihak lainnya.

Ghufron menuturkan, dalam operasi senyap tersebut turut diamankan barang bukti berupa uang yang belum bisa ia sebutkan jumlahnya.

“Benar, KPK melakukan tangkap tangan di Nganjuk. Siapa saja dan berapa uang yang diamankan kita sedang melakukan pemeriksaan,” ujar Ghufron kepada awak media melalui pesan tertulis.

Para pihak yang ditangkap itu saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Sumber: Cnn