PKB-PDIP Bantah Bupati Nganjuk Terjaring Tangkap Tangan KPK Kader Partai

oleh -136.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan kompak membantah Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang terjaring tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai kader partai.

Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim meminta keberadaan Novi tidak dikait-kaitkan dengan PKB.

REALITAS TV

Menurutnya, berdasarkan pengakuan Novi dalam sebuah video di media sosial Youtube, yang bersangkutan telah menegaskan bukan kader PKB.

Luqman kemudian mengirimkan tautan video Youtube dari akun ‘MADUTV NETWORK JAWATIMUR’. Dalam video itu, Novi mengaku sebagai kader PDIP, bukan partai politik lain.

BACA JUGA :   Danrem 102/ Pjg Berikan Motivasi Kepada Calon Taruna Akmil

Meski begitu, ia menegaskan, PKB menghormati langkah hukum yang dilakukan KPK.

PKB, menurut Luqman, mendukung KPK memberantas seluruh praktik korupsi terjadi di Indonesia.

“Kami menghormati langkah-langkah hukum yang dilakukan KPK sebagai upaya tak kenal lelah untuk memberantas praktik korupsi di Tanah Air. Baik langkah penindakan maupun pencegahan,” tutur Luqman.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Syaiful Hidayat, membantah Novi merupakan kader partainya.

BACA JUGA :   Kapolres Lamandau Berikan Reward Kepada Pos Ppkm Mikro Terbaik

Menurutnya, sosok yang merupakan kader PDIP ialah Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Dia menyatakan, PDIP memang berduet dengan PKB saat mengusung Novi-Marhaen di Pilkada Nganjuk pada 2018.

“Yang bersangkutan [Novi] bukan kader PDI Perjuangan. Wakilnya yang kader pengurus, salah satu Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Waktu Pilkada [2018] diusung sama PKB dan PDI Perjuangan,” kata Djarot.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron membenarkan pihaknya melakukan OTT terhadap Novi dan sejumlah pihak lainnya.

BACA JUGA :   Lewat Konferensi Pers PP Permikomnas Minta Dirut BPJS Kesehatan Segera Dicopot

Ghufron menuturkan, dalam operasi senyap tersebut turut diamankan barang bukti berupa uang yang belum bisa ia sebutkan jumlahnya.

“Benar, KPK melakukan tangkap tangan di Nganjuk. Siapa saja dan berapa uang yang diamankan kita sedang melakukan pemeriksaan,” ujar Ghufron kepada awak media melalui pesan tertulis.

Para pihak yang ditangkap itu saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Sumber: Cnn

UPDATE CORONA