YARA Aceh Barat Desak Kapolda Aceh Tertibkan Tambang Emas Ilegal

oleh -167.489 views
YARA
Ketua YARA Kabupaten Aceh Barat Hamdani

IDUL FITRI

Aceh Barat I Realitas – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kabupaten Aceh Barat Hamdani, mendesak Kepala Kepolisian daerah Aceh (Kapolda) , Irjen Drs. Wahyu Widada M.phil untuk turun ke Aceh Barat memimpin operasi penertiban tambang emas (ilegal mining) di Aceh Barat.

Pasalnya kami menilai selama ini Polres Aceh Barat terkesan tidak serius dalam melakukan penertiban tambang ilegal di Aceh Barat.

REALITAS TV

Penertiban bukan tidak ada selama ini, kita lihat. Tapi terkesan seperti tidak serius yang melakukan penambangan emas ilegal mencapai puluhan di Aceh Barat, tapi yang ditangkap kadang-kadang satu kelompok penambang saja, ujar Ketua YARA Kabupaten Aceh Barat Hamdani kepada Wartawan, Jum’at (16/4/2021).

Lebih lanjut Handani mengatakan kami trkadaang merasa bingung dengan sistim operasi yang dilakukan oleh Polres Aceh Barat yang hanya berhasil mengamankan satu atau dua kelompok dengan jumlah alat berat yang begitu banyak beroperasi.

Yang di tangkap rata rata hanya pekerja biasa. ini yang sangat kita sayangkan. Jika seperti ini penindakan yang dilakukan jelas tidak ada efek jera sama sekali.

BACA JUGA :   4.833 Narapidana di Aceh Dapat Remisi Idul Fitri Tahun Ini

Padahal banyaknya alat berat sudah pasti banyak pemodal yang membiayai tambang ilegal yang ada di Aceh Barat.

jika memang saat kePolisian melakukan penggerebekan jika menemukan alat berat namun tidak menemukan pemilik maka Polisi bisa mengamankan alat-alat berat tersebut yang diduga digunakan untuk aktivitas tambang ilegal.

Apakah selama ini sebelum ada operasi lebih dulu bocor ke penambang. Kalau lebih dulu bocor kami menduga ada orang dalam di Kepolisian yang mengabarinya, nah ini harus di cari semestinya oleh pimpinan di Polres, atau jangan-jangan ada yang membekingi. Jika dalam operasi ada alat yang dicurigai menambang ilegal bisa saja diamankan dulu nanti baru diburu pemiliknya.

Kita minta kapolda turun langsung ke lokasi, kami siap mendampingi apalagi bupati Aceh Barat juga mendukung penuh kapolda Aceh dalam menindak tambang ilegal di aceh barat, biar kami kasih tau lokasinya jika ada kesulitan dalam menemukan lokasi. Silahkan bertindak jangan sekedar menunggu laporan karena terkait tambang ilegal ini bukan delik aduan.

BACA JUGA :   Jalin Sinegritas TNI/Polri, Bersama Koramil 11/TB Gelar KRYD

persoalan tambang ilegal itu bukan delik aduan kalau dalam hukum delik aduan mesti ada pengadu.

Nah ini adalah delik umum atau delik biasa, artinya pihak kepolisian tanpa laporan pun bisa menindak kalau ada aktivitas tambang ilegal, apalagi yang terjadi di depan matanya, kalau kemudian terjadi di depan matanya dan tidak diproses ya wajar kemudian publik mengatakan jangan-jangan ada main mata antara pihak kepolisian dengan pelaku tambang ilegal itu.

Karena di beberapa titik lokasi aktivitas tambang ilegal tersebut memang terjadi di permukiman warga yang jelas bisa terlihat oleh siapapun yang melintas di jalan.

Selama ini dalam operasi yang dilakukan Polres Aceh Barat terkadang hanya mengamankan pekerja semata namun tidak membuat efek jera bagi yang lainnya. Terbukti dari aktivitas penambangan semakin marak malah bertambah bukannya berkurang.

BACA JUGA :   Terapkan Prokes Bupati Batu Bara & Seluruh Jajaran OPD Sholat Idul Fitri

Karena itulah saya lebih percaya Kapoda Aceh langsung yang pimpin penertiban tambang ini, silahkan Kapolda turun langsung ke lokasi jika ingin mengetahui betapa hancurnya lingkungan kami disini , kami tidak mau berandai andai. Liat fakta sendiri di lokasi.

Disisi lain dampak ilegal mining terdebut sudah mencemari beberapa Daerah aliran sungai woyla dan meureubo.

Menurutnya dampak aktivitas tambang secara masif di Aceh Barat tidak hanya mengancam bencana, namun juga nyawa.

jika dilihat dari segi hukum pidana lingkungan, maka kejahatan lingkungan adalah kejahatan luar biasa karena pelakunya tidak hanya menghancurkan kehidupan manusia, tetapi juga harta benda, lingkungan hidup, dan kesejahteraan. (*)

UPDATE CORONA