Bisnis Warung Kopi Bertahan Selama Pandemi di Gampong Bandrong Kecamatan Peureulak Aceh Timur

oleh -149.489 views
Bisnis

IDUL FITRI

Oleh : Vina Andika, mahasiswa IAIN Langsa Program Studi Manajemen Keuangan Syariah 

Cerita perihal pandemi covid-19 ini memang sampai saat ini juga belum berakhir. Hal ini sudah berjalan selama setahun berlalu, namun cerita pandemi masih sangat tergiang di kepala manusia di seluruh dunia khususnya Indonesia.

REALITAS TV

Semenjak mewabahnya pandemi Covid-19 ini sangat memukul sebagian banyak sektor. Agar usaha bisnis tetap terus bertahan, pelaku usaha harus memiliki banyak cara inisiatif dan berbagai langkah strategi yang tepat menghadapinya.

Roda usaha (bisnis) berubah drastis yang diakibatkan pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada palaku usaha warung-warung lokal yang ada di Indonesia, khususnya di Aceh.

Sebagaimana adanya pembatasan sosial selama pandemi membuat cafe maupun resto tidak lagi dikunjungi sebagai tempat pertemuan.

Pelaku usaha warung kopi yang ada di Indonesia sebelum pandemi Covid-19 sangat menjanjikan karena sudah menjadi bagian gaya hidup konsumen.

Namun saat pandemi ini konsumen (masyarakat) beralih untuk minum kopi di rumah karena adanya pembatasan keramaian dan sosial.

 Selama pandemi pemerintah menghimbau untuk tidak membuka cafe atau resto dan tempat umum lainnya yang mengundang keramaian.

Meskipun cafe dan resto tersebut tidak ditutup, selama pandemi ini sebagian besar cafe dan resto mengalami penurunan penghasilan, baik perharinya maupun omset (penghasilan) perbulannya.

Karena meskipun cafe dan resto di buka tidak ada pembeli yang datang untuk membeli. Dan hal tersebut membuat para pengusaha rumah makan dan sebagainya mengalami drop dan sehingga membuat rumah makan tersebut di tutup.

Namun yang menjadi luar biasanya di Bumi Aceh warung kopi bisa bertahan di masa pandemi. Sungguh luar biasa sekali.

Sebagaimana yang ditemui oleh penulis bahwasanya salah satu warung kopi yang ada di Gampong Bandrong bertahan semenjak munculnya pandemi wabah covid 19 hingga saat ini.

Namun meskipun demikian, pemilik warung kopi tetap menghimbau pelanggannya untuk mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan yang telah dibuat tepat didepan warung kopi tersebut dan menghimau pelanggan untuk selalu menggunakan masker.

Menurut pemilik warung kopi yang ada di Gampong Bandrong, bahwa kebiasaan nongkrong di rumah makan mulai menurun saat pemerintah menetapkan PSBB pertama pada pertengahan Maret tahun lalu. Namun berbeda dengan orang-orang yang nonkrong di warung kopi tidak ada surutnya meskipun sedang pandemi.

Pemilik warung menambahkan, persaingan usaha warung kopi sangat menarik. Pemilik usaha warung kopi akan bersaing memperebutkan pelanggan dengan sajian minuman kopi berkualitas, harga, hingga konsep kedai kopi.

Hal ini yang menjadi daya tarik warung kopi bagi konsumen. Rasa dan suasana warung kopi menjadi pilihan bagi penikmat kopi.

Pemilik usaha harus punya identitas yang kuat. Mereka harus menciptakan tempat nongkrong bagi konsumen.” Ujar pemilik warung kopi.

Penulis mengamati bahwa orang-orang mengkonsumsi kopi sebenarnya tidak menurun di masa pandemi. Tapi polanya yang berubah dan bentuknya yang berubah. Orang-orang bisa mengkonsumsi kopi dimanapun ia berada. Baik di wrung kopi maupun di rumah.

Pelaku usaha warung kopi hampir dapat ditemukan disetiap perkampungan bahkan kesemuanya selalu ramai pengunjung dan memiliki pelanggan tetap yang solid.

Memang harga satu cangkir kopi paling mahal tidak lebih dari Rp 3000,- untuk jenis kopi hitam biasa atau kopi susu dengan harga Rp 5000;. Namun antusias masyarakat khususnya yang pria sangat senang duduk di warung kopi dengan pesanan kopi segelas.

Kopi merupakan salah satu jenis minuman yang memiliki pangsa pasar sendiri. Penikmat minuman ini tak hanya lelaki, tapi juga perempuan.

Bedanya, kalau lelaki senang meminumnya di warung, sementara perempuan cenderung menikmatinya sendiri di rumah.

Maka dari itu, mayoritas pengunjung warkop adalah kaum lelaki. Soal usia, rata-rata datang dari kaum dewasa. Dari mahasiswa hingga orang yang sudah berumah tangga.

Warkop atau warung kopi sebagai bentuk usaha yang berpeluang besar. Peminatnya adalah orang pilihan yang cenderung loyal. Di antara peluang yang dapat dimaksimalkan yaitu:

Penikmat kopi datang dari berbagai kalangan sehingga pangsa pasarnya luas.

Pelanggan yang datang biasanya sekelompok orang (satu rombongan).

Pelanggannya secara umum lokal. Bila sudah cocok dengan satu taste, mereka akan terus membelinya.

Modalnya kecil karena perlengkapan dan alat yang dibutuhkan sangat sederhana.

Item yang dijual tak terlalu banyak sehingga tak ribet.

Meski peluangnya besar, bisnis ini ternyata juga punya kelemahan dan ada kemungkinan gagal. Maka dari itu, sebelum membuka usahanya pemilik usaha tersebut harus menyiapkan diri dengan strategi terbaik, sebagaimana pemilik warung kopi yang masih tetap bertahan di masa Pandemi saat ini.

Saat ini acara ngopi sudah bukan untuk bapak – bapak atau orang tua, kenyataannya banyak remaja muda mudi yang juga sudah gemar ngopi sambil nongkrong berlama lama.

Untuk warung kopi dengan target kalangan ini maka harus dibuat fasilitas lebih menarik meskipun konsepnya tetap warung kopi sederhana.

Dan warung kopi yang ada di Gampong Bandrong saat ini sudah difasilitasi dengan jaringan WiFi dan disediakan juga TV dan adanya musik hal tersebut bertujuan untuk memberikan kesan santai bagi pengunjung.

Artinya desain warung kopi kamu minimal harus sudah memiliki tempat yang bukan sekedar warung tenda atau semi permanent lagi.

Namunn sudah dilengkapi fasilitas – fasilitas yang menarik perhatian pemuda – pemudi Gampong maupun pengunjung dari luar daerah yang singgah dari perjalanannya.

Biasanya warung kopi model rumahan ini hanya ramai pada jam – jam tententu setelah masyarakat sudah lepas dari jam sibuk.

Mereka memanfaatkan waktu ngopi sambil mengobrol bersama tetangga dan biasanya juga akan banyak terjadi bisnis di sini.

Namun karena pemiliknya ramah dan juga menyediakan fasilitas lengkap seperti WiFi, TV dan musik maka warung kopi tersebut tergambar sudah komplit meskipun model warung kopi rumahan.

Untuk melengkapi hidangan warung kopi sederhana tentunya mestinya  tidak hanya sekedar jenis minuman saja, namun menyediakan beberapa jenis makanan ringan (cemilan) juga bisa menjadi penambah penghasilan si pemilik usaha.

Selain itu, pengunjung juga pasti tidak akan lega jika di warung kopi tersebut tidak ada pilihan lain meskipun hanya cemilan kacang goreng atau jajanan murah lainnya seperti yang terlihat di gambar atas permen – permen, kue – kue kering kacang – kacangan dan jajanan lainnya.

Pemilik warung kopi ini sangat teliti akan barang yang akan dijualnya. Ia tidak menjual barang yang apabila tidak habis tidak dapat dijualnya untuk hari besok. Mak adari itu beliau menjual jajanan yang dapat bertahan beberapa hari, seperti cemilan yang dibungkus.

UPDATE CORONA