Prilaku Wisatawan Terhadap Ekowisata Hutan Mangrove Kota Langsa

oleh -435.759 views
Ekowisata
Foto : Ricka Putri Titania Mahasiswa IAIN Langsa

Oleh : Ricka Putri Titania Mahasiswa Program Studi Perbankkan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. IAIN Langsa

Sektor pariwisata tumbuh dengan pesat seiring dengan tuntutan gaya hidup dan kebutuhan akan rekreasi.

Pariwisata menjadi bagian yang penting dalam kehidupan manusia sebagai salah satu kebutuhan hidup sekaligus sebagai gaya hidup.

Salah satu pengembangan wisata yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung adalah wisata berbasis Ekologi seperti wisata alam.

Ekowisata seperti halnya pariwisata mempunyai dua arti penting yaitu sebagai perilaku (behavior) dan sebagai industri, sebagai perilaku merupakan sikap pelaku pariwisata, bagaimana yang seharusnya dilakukan dalam pengembangan pariwisata di kawasan hutan.

Sebagai industri pelaku pariwisata baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, harus bersama-sama mengembangkan suatu mekanisme dalam pengembangan ekowisata, sehingga dapat memberikan manfaat secara ekonomi, fisik, sosial dan budaya serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Ekowisata Hutan Mangrove Kota Langsa
Foto : Ekowisata Hutan Mangrove Kota Langsa

Kota Langsa merupakan salah satu Kota di Aceh yang berhasil mengembangkan sektor pariwisata yang juga memiliki ekosistem mangrove. Desa Kuala Langsa yang terletak di pesisir Kecamatan Langsa Barat.

Beberapa pihak yang terlibat langsung dalam pemanfaatan ekosistem hutan mangrove diantaranya adalah petambak, pencari ikan, pencari kepiting, pencari udang, pencari kerang, pencari kayu bakar, penyedia kuliner hingga masyarakat secara umum.

Agar kegiatan pemanfaatan yang dilakukan di daerah ekosistem mangrove di Desa Kuala Langsa berlangsung secara optimal dan berkelanjutan maka diperlukan suatu perencanaan dan pengelolaan.

Keberadaan hutan mangrove di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Aceh, telah memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi masyarakat Langsa

Dengan pengelolaan lingkungan yang baik, kawasan ekowisata dapat memberikan kontribusi penting bagi kesejahtraan masyarakat seperti dapat menghadirkan lapangan-lapangan pekerjaan baru, sebaliknya jika dikelola dengan buruk, akan meninggalkan kerusakan.

Oleh Karena itu informasi dasar tentang perilaku kunjungan ekowisata seperti kepekaan terhadap lingkungan salah satunya adalah tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas yang ada dan tidak merusak tumbuhan dan hewan yang ada di hutan mangrove kota langsa.

Prilaku wisatawan yang buruk dapat menimbulkan dampak negatif bagi hutan mangrove Kota Langsa, meskipun masyarakat atau para karyawan yang bekerja sebagai penjaga di Hutan Mangrove Kota Langsa sudah memberikan himbauan kepada setiap wisatawan, namun masih saja ada wisatawan yang memilik prilaku buruk dengan membuang sampah sembarangan, kemudian mencoret-coret fasilitas yang ada dengan pulpen atau spidol atau dengan sengaja member makan monyet-monyet liar dengan makanan atau minuman yang tidak seharusnya dimakan oleh monyet.

Namun  banyak juga wisatawan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Wisatawan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitar Hutan Mangrove  menunjukkan sikap positif seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas yang ada, bahkan mereka berani menegur sesama wisatawan jika mereka menemukan wisatawan yang membuang sampah sembaranagn atau merusak fasilitas yang ada.

Selain itu wisatawan  yang berkunjung ke Hutan Mangrove memiliki sikap  edukasi dan membagikan hasil eksplorasi kedalam media sosial dan bercerita kepada orang lain akan keindahan Hutan Mangrove.

Prilaku ini secara langsung dapat meningkatkan jumlah pengunjung di Hutan Mangrove karna adanya promosi yang dilakukan oleh para wisatawan di media sosial seperti instagram, facebook dan whatsap.

Selaian promosi yang dilakuakn oleh para wisatawan sendiri pemerintah juga melakukan promosi tentang ekowisata hutan mangrove melalui media sosial, hal ini dikarenakan pemerintah Kota Langsa sendiri memang lebih unggul di jasa pariwisata dan hal ini sesuai apa yang ada diwisata hutan mangrove Kuala Langsa, bahwasannya sudah banyak dilakukan promosi dari media sosial mulai dari instagram, facebook dan lain sebagainya tentang destinasi wisata hutan mangrove Kuala Langsa sehingga akan banyak para wisatawan yang akan lebih mengetahui tentang hutan mangrove.

Prilaku-prilaku negatif dari para wisatawan dapat dicegah dengan adanya pengawasan yang ketat dari pihak pengelolah Hutan Mangrove, kemudian harus ada sangsi khusus bagi para wisatawan yang ketahuan melakukan perbuatan negatif di sekitar Hutan Mangrove.

Selain pengawasan edukasi tentang pemeliharaan Hutan Mangrove, pemeliharaan flora dan fauna serta fasilitas yang ada juga perlu dilakukan kepada para  wisatawan agar mengurangi dampak dari prilaku negatif para wisatawan. (*)