Potensi UMKM Tempe Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Gampoeng Gedubang Aceh

oleh -190.489 views
Potensi
Foto: Salwa Indah Sari, Mahasiswa IAIN Langsa.

IDUL FITRI

Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar hidup manusia. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap konsumsi pangan akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan penduduk.

Faktor-faktor yang menyebabkan kebutuhan pangan terus meningkat antara lain karena meningkatnya jumlah pendapatan, meningkatnya daya beli dan kesadaran pentingnya nilai gizi (karbohidrat, protein, vitamin) dari pangan yang dikonsumsi.

REALITAS TV

Salah satu komoditi yang sering dimanfaatkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan yaitu kacang-kacangan seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, dan lain-lain. Kacang-kacangan merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan.

Salah satu olahan kacang-kacangan yang sering dikonsumsi masyarakat adalah tempe. Tempe merupakan salah satu bahan makanan pokok di negeri ini dan termasuk dalam makanan empat sehat lima sempurna yang terbuat dari ekstrak protein kacang kedelai yang telah digumpalkan dengan asam, ion kalsium, atau bahan penggumpal lainnya.

Menurut Cahyadi (2007:26) Tempe juga merupakan makanan yang sangat banyak mengandung gizi dan cukup mudah untuk diproduksi.

Hal inilah yang membuat tempe terkenal dikalangan masyarakat dikarenakan harganya yang terjangkau dan mudah diperolah serta kandungannya yang kaya akan gizi. Kandungan rendah lemak dan tinggi asam lemak omega 3 dalam kedelai banyak dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Kepopuleran tempe di Indonesia membuat industri tempe semakin marak. Adanya industri tempe, memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

Kegiatan ini berfokus pada UMKM tempe di Gampong Gedubang Aceh. Berdasarkan hasil wawancara penulis kepada pemilik UMKM tempe di Gampong Gedubang Aceh menyatakan bahwa UMKM tempe yang sudah dijalani selama 6 tahun ini sangat membantu sekali perekonomian keluarga.

Karena tempe merupakan makanan yang banyak dan selalu diminati masyarakat, karena harga yang murah dan rasa yang enak membuat masyarakat menyukai tempe.

Oleh karena pelanggan tempe yang banyak, sehingga pendapatan dalam menjalankan UMKM tempe juga cukup menjanjikan, cukup memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan masyarakat pelaku UMKM tempe di Gampong Gedubang Aceh diketahui bahwa UMKM tempe apabila dijalankan ditekuni dengan serius, maka hasil yang diperoleh juga cukup menjanjikan dan mencukupi kebutuhan keluarga.

Salah satu pemilik UMKM tempe di Gampong Gedubang Aceh juga menyatakan bahwa hal yang menjadi hambatan dalam mengembangkan UMKM adalah kesulitan dalam memperoleh modal dalam memulai dan mengembangkan usaha. Karena tidak dapat dipungkiri hal utama dalam memulai sebuah usaha adalah modal.

Masyarakat Gampong Gedubang Aceh. menyadari bahwa pendapatan yang diperoleh dari UMKM tempe cukup dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari bahkan apabila mampu dikelola dan dikembangkan dengan baik, pendapatan dari UMKM tempe juga dapat mensejahterakan keluarga.

Oleh sebab itu UMKM tempe kini sudah mulai digalakkan kepada generasi-generasi muda agar memiliki minat untuk berwirausaha dengan memulai dan mengembangkan UMKM untuk dapat membangun perekonomian Negeri dan dapat membantu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan di Gampong Gedubang Aceh, penulis mengharapkan untuk para pelaku usaha tempe diharapkan dapat memproduksi tempe dalam bentuk lainnya yang lebih inovatif, tentunya dalam nuansa yang lebih modern.

Sehingga produksi yang dihasilkan dapat lebih menambah harga jual, yang tentunya akan menambah peningkatan pendapatan pelaku usaha tempe Gampong Gedubang Aceh maupun masyarakat sekitar.

Bagi pemerintah Gampong Gedubang Aceh diharapkan mampu memanfaatkan peluang sebagai pusat usaha tempe lebih maksimal dengan melakukan pelatihan yang berkelanjutan dan dapat membimbing.

Membina serta mengarahkan untuk mendirikan UMKM, Koperasi, BMT dan lembaga financial lainnya guna membantu pelaku usaha untuk mengatasi pelaku usaha yang kekurangan dana atau modal dalam mengembangkan usahanya. (*)

Oleh : Salwa Indah Sari Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah, IAIN Langsa

UPDATE CORONA