Ia Yang Dirindukan “Ramadhan

oleh -159.489 views
Ia Yang Dirindukan “Ramadhan
Foto : Silvya Jurianti Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri IAIN Langsa

IDUL FITRI

Oleh : Silvya Jurianti Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri IAIN Langsa, Fakutas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan

Apa yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar kata “rindu”?

REALITAS TV

“ Pasti kalian membayangkan keinginan bertemu. Bertemu? Dengan siapa?”

Dalam hal ini, kalimat “Ia yang dirindukan” merujuk pada “Ramadhan”. Jika mendengar ramadhan, bayangan kebanyakan orang adalah saat menahan lapar dan haus di siang hari, berburu bukaan puasa pada sore hari, sholat tarawih, dan gemuruhnya petasan dimalam hari.”

Benar demikian kalian berpikir begitu? itu artinya kita hampir sependapat. Tetapi walaupun  kita harus menahan lapar dan haus selama sebulan penuh, namun momen dan suasana ramadhan sangat di rindukan seluruh umat  muslim di seluruh dunia.

Marhaban Ya Ramadhan! Memiliki arti akan lapang dan luas untuk hati kita dalam menyambut dan menjalankan ibadah puasa nantinya.

Dengan hati yang luas, akan timbul pula rasa ikhlas menjalankan semua ibadah baik dibulan ramadhan maupun setelahnya. Mari sama-sama untuk terus semangat dan yakin, Insya Allah ibadah bulan ramadhan ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2021 ini, dalam hitungan hari, umat Islam akan bertemu dengan bulan  ramadhan. Banyak orang yang merindu dan menantikan suasana ini. Nah, Mengapa merindukan suasana bulan ramadhan?

Langsa, Aceh – Dalam agama Islam, seorang muslim dan  seorang yang beriman wajib menjalankan isi dari rukun Islam. Sebab rukun Islam merupakan pondasi dasar dalam kehidupan seluruh umat Muslim di dunia.

Rukun Islam ada lima perkara, yaitu: 1) Mengucap dua kalimat syahadat, 2) Mendirikan sholat, 3) Menunaikan zakat,  4) Berpuasa di bulan ramadhan, dan 5) Naik haji bagi yang mampu.

Bulan ramadhan biasanya juga memiliki sebutan lain oleh kebanyak orang, seperti bulan puasa,bulan penuh ampunan, bulan suci, bulan religius, bulan istimewa, bulan ibadah, dan lain-lain. Tidak dipungkiri bahwa bulan ini merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh banyak orang.

Sebab bulan ini hanya ada dalam setahun sekali. Meskipun ibadah puasa dapat dilakukan dihari lain selain bulan ramadhan, namun keadaan dan suasana jauh berbeda ketika ibadah puasa di lakukan dalam bulan suci ramadhan.

Misalnya, ketika momen atau suasana sahur dan berbuka di bulan ramadhan, akan sangat jauh sekali dengan momen atau suasana sahur dan berbuka ketika puasa sunnah senin dan kamis. Berikut beberapa hal yang membuat suasana dan momen yang berbeda dibulan ramadhan:

Membangunkan sahur menggunakan mikrofon dan kentongan

Berburu takjil disore hari

Reunian di saat buka bersama

Memperbanyak kegiatan keagamaan

Mengikuti Pesantren kilat atau menonton kultum

Program tahfiz qur’an

Daurah ramadhan 15 hari

Gerakan Sedekah ramadhan (GESER)

Tahajjud bersama pada 10 malam terakhir dimesjid

Shalat Tarawih dan Witir

Anak-anak berlarian di mesjid untuk Berburu tanda tangan ustadz pengisi ceramah.

Lantunan ayat suci al-quran dari malam hingga subuh (Tadarus)

Keseruan bermain kembang api dan petasan dimalam hari.

Berkumpul bersama keluarga saat berbuka dan sahur.

Bernuansa Islami ketika dimana pun.

Namun, semua nya itu tidak dapat dinikmati dan dirasakan suasana seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini dikarenakan Pada awal tahun 2020, Dunia dikagetkan dengan kejadian adanya infeksi berat yang penyebabnya belum diketahui.

Pada akhir januari 2020 WHO  menetapkan status Global Emergency pada virus Corona ini dan pada 11 februari 2020 WHO menamakannya sebagai COVID-19.

Pandemi Covid-19 menjadi permasalahan yang sangat serius di seluruh belahan dunia. Covid-19 atau (Corona virus disease 2019) adalah  salah satu penyakit yang disebabkan oleh jenis corona virus baru yaitu Sars- coV- 2 yang dilaporkan pertama kali dari Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019.

Corona visrus ini adalah  penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Gejala yang terjadi pun berbeda-beda.

Gejala umumnya seperti keleleahan, batuk dan demam. Adapun gejala yang tidak umum terjadi jika terkena covid-19 adanya rasa yang menggangu tenggorokan, hilangnya indera penciuman dan perasa, dan ada banyak lagi lainnya.

Pemerintah mengupayakan agar tidak terjadinya penularan covid-19 semakin banyak dengan menerapkan  pemberlakuan  pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

Selain itu,  dari tenaga kesehatan memberi himbauan agar menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan  3 M, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker.

Kebijakan PSBB tersebut tercantum dalam peraturan pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Pasal 2 ayat 1 menjelaskan bahwa PSBB berhak membatasi pergerakan orang dan barang yang hendak masuk atau keluar provinsi, kabupaten, atau kota tertentu.

Semetara itu, pada pasal 4 ayat 1 menjelaskan berbagai bentuk PSBB, yakni peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, serta pembatasan kegiatan ditempat dan fasilitas umum.

Selama terjadinya covid-19 banyak dampak negatif yang muncul.

Misanya dari sektor perekonomian, pendidikan, pariwisata dan lainnya yang terus turun dan merosot kualitasnya.

Salah satu yang terjadi selain itu adalah, tidak diperbolehkan nya mudik atau pulang kampung. Hal ini yang membuat seluruh masyarakat yang tinggal diperautauan baik di dalam negeri maupun luar negeri merasa sangat terpukul dan sedih.

Karena mudik saat puasa atau menjelang lebaran adalah hal yang paling dinanti-nanti, untuk dapat berjumpa keluarga, berkumpul bersama dan melepas rindu yang lama terhalang oleh jarak dan waktu.

Maka dari itu, Mengapa teramat banyak yang merindukan suasana bulan ramadan ? jawabannya adalah karena suasana ramadhan  pada tahun 2020 “ terasa begitu sepi dan hening” dalam menjalankannya. Sehingga  sangat jauh berbeda dengan  tahun sebelumnya yang “terasa amat sangat ramai dan ceria”.

Banyak momentum dan suasana yang sangat-sangat ingin dilakukan dan dirasakan bersama sanak keluarga dikampung halaman. Namun, dengan hati yang lapang dan  luas, kita mampu mengikhlaskan itu semua dan yakin pasti akan ada hikmah dibalik ini semua.

Pada bulan ramadhan kali ini, yaitu tahun 2021, masyarakat masih belum mengetahui pasti.

Apakah tahun ini sudah diperbolehakan untuk mudik atau belum?  Untuk itu, masyarakat diharapkan sudah lebih mampu untuk beradaptasi menyesuaikan suasana yang sudah didepan mata, momen yang terbilang bukan menjadi hal baru lagi, namun tidak dipungkiri bahwa membuat kita harus menjalani puasa dengan rasa sedih dan pilu disaat kembali terbesit dalam benak kita ada keluarga yang tidak dapat mudik. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya.

Selain itu, di tahun 2021 ini kita harus merasa bersyukur yang amat luar biasa. Sebab banyak terjadi perubahan dibandingkan di tahun 2020 ada hal yang tidak diperbolehkan, misalnya di Aceh di tahun lalu masih tetap diperbolehkan menjalankan kegiatan keagamaan dengan seluasa, seperti sholat masih boleh dikerjakan dimesjid, tetapi diluar daerah Aceh ada mesjid-mesjid yang ditutup seperti mesjid Istiqlal Jakarta, namun sekarang telah di buka kembali, dan banyak kegiatan yang dibatasi bahkan dihentikan sekarang teah berjalan dengan semestinya dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Adapun hal yang harus kita persiapkan sebelum menjalankan ibadah puasa, yaitu:

Pertama, ilmu. Ilmu menjadi hal yang utama bagi kita semua di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal ilmu, menjalankan ibadah puasa akan lebih baik.

Kegiatan positif yang kita lakukan disaat bulan ramadhan, seperti sedekah dan sebagainya, pahala akan dilipat gandakan oleh Allah SWT.

Untuk itu kita harus memiliki ilmu agar amalan ibadah saat berpuasa tidak sia-sia dan hanya menahan lapar dan haus saja, ada manfaatnya.

Kedua, Jasmani. Selain ilmu, jasmani tak kalah pentingnya dalam menjalankan aktivitas keseharian. Jasmani atau tubuh yang sehat akan lebih mudah dalam menjalan kan ibadah puasa.

Karena tubuh harus siap untuk pola makan yang baru, yang biasanya sehari 3 kali mendapat asupan makanan dan minum yang dianjurkan 8 liter sehari, namun dibulan ramadhan ini harus mampu menahan lapar dan haus lebih kurang 8 jam.

Ketiga, Rohani. Rohani adalah kebutuhan akan manusia yang berkaitan denga psikologis diri. Seperti beribadah, berlibur, berpikir yang positif dan lainnya. Bagi umat Islam, ibadah sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Seorang muslim, merasa sangat membutuhkan ibadah. Karena misalnya dengan sholat merasa lebih tenang, nyaman, dan damai.

Karena sholat adalah cara untuk berinteraksi dengan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah SWT., selain itu seperti ibadah puasa untuk memohon ampunan dan melatih diri untuk dapat merasakan bagaimana rasa orang-orang nyang kurang beruntung, serta moment berbagi dengan orang-orang disekitar. Puasa tidak dapat dipisah kan dari zakat, karena zakar dilaksana biasanya menjelang 10 hari terakhir dibulan ramadhan.

Yang bertujuan agar zakat yang terkumpul dimesjid atau lembaga apapun itu dapat dibagi sebelum hari raya tiba. Agar orang yang kurang mampu dapat merayakan hari kemenangan sama seperti yang lainnya.

Keempat, Harta. Harta menjadi sesuatu yang sangat di idam-idamkan banyak orang. Dalam tanda kutip, harta dapat digunakan untuk mencukupi kehidupan manusia. Seperti dalam mengeluarkan zakat dan bersedekah membutuhkan harta.

Berbicara tentang harta memang tidakakan ada habisnya. Maka dari itu, mari bersama-sama untuk membelanjakan harta kita dijalan Allah SWT., agar berkah dan bermanfaat bagi banyak orang.

Dari pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa, bulan ramadhan adalah momentum untuk kita melatihdiri mengikhlaskan dan melapangkan hati untuk menerima segala sesuatu yang telah terjadi dan terus berdoa dan berusaha agar kehidupan kita dan ibadah kita lebih baik lagi kedepannya.

Dengan terus belajar dan memperbaiki hal-hal yang menjadi persiapan dalam menyambut ramadhan. Semoga kita terus yakin dan percaya dan usaha bahwa hari ini lebih baik dari esok, esok lebih baik dari hari ini.

UPDATE CORONA