Eks Putra Mahkota Yordania, Beredar Rekaman Ribut Dengan Kepala Militer

oleh -298.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Beredar rekaman audio yang tampaknya merupakan keributan sengit antara mantan putra mahkota Yordania.

Pangeran Hamzah bin Hussein dan kepala militer negara itu, yang memicu krisis istana terburuk di negara itu dalam beberapa dekade.

REALITAS TV

Dalam klip tersebut, yang diposting di beberapa platform media sosial, sang pangeran memerintahkan kepala staf Jenderal Youssef Huneiti untuk “masuk ke mobil Anda dan pergi”.

Setelah kepala militer itu memintanya untuk berhenti men-tweet dan membatasi pertemuannya pada kunjungan keluarga.

“Saya orang Yordania yang merdeka, putra ayah saya (Raja Hussein),” kata pangeran.

“Saya memiliki hak untuk bergaul dengan orang-orang saya, orang-orang dari negara saya.

Dan untuk melayani negara saya, seperti yang saya janjikan dan bersumpah kepada dia (Raja Hussein) ketika dia berada di ranjang kematiannya”.

Rekaman tersebut tidak dapat segera diverifikasi.

Tapi suara Hamzah dapat dikenali dan pertemuan itu konsisten dengan akunnya tentang pertemuan itu dalam sebuah video yang dirilis oleh BBC pada Sabtu (3/4/2021) malam, di mana dia mengatakan dia berada dalam tahanan rumah.

Dalam rekaman itu, Huneiti memperingatkan mantan putra mahkota itu soal pertemuan di mana ada kritik terhadap pemerintah dan “perilaku Putra Mahkota” – Pangeran Hussein, putra Raja Abdullah.

Raja Abdullah awalnya telah mengangkat Hamzah, saudara tirinya, sebagai putra mahkota pada tahun 1999, sesuai dengan keinginan ayah mereka yang meninggal. Tapi dia kemudian mencopotnya dari gelar demi Hussein.

“Anda dan saya tahu bahwa pembicaraan ini melewati garis merah,” kata panglima militer itu dengan tenang, menurut rekaman itu.

BACA JUGA :   Junta Militer Myanmar Bebaskan 23 Ribu Tahanan di Tahun Baru Buddha

“Jadi saya meminta Yang Mulia mulai hari ini untuk berhenti menghadiri acara-acara ini, berhenti bertemu dengan orang-orang ini … dan tetap melakukan kunjungan keluarga, dan tidak ada tweet.”

Hamzah menanggapi dengan memerintahkan penjaga untuk membawa mobil Huneiti.

“Pak, tolong, Anda berada di rumah Hussein,” kata Hamzah, mengacu pada Raja Hussein yang memerintah dari tahun 1952-1999.

“Apakah Anda datang untuk mengancam saya di rumah saya?” imbuhnya.

Huneiti mengatakan dia tidak mengancam, tetapi menyampaikan pesan atas nama kepala badan keamanan Yordania.

“Sekarang, setelah semua kegagalan yang terjadi, yang tidak ada hubungannya dengan saya, Anda datang untuk menyuruh saya patuh?” kata pangeran, meninggikan suaranya.

BACA JUGA :   Kemenhub Keluarkan Maklumat Pelayaran Waspada Cuaca Ekstrem

“Pak, permisi, di mana Anda 20 tahun yang lalu? Saya adalah putra mahkota negara ini, atas perintah ayah saya, semoga dia beristirahat dengan tenang.

Saya bersumpah kepadanya bahwa saya akan mengabdi pada negara saya,” lanjut Hamzah.

“Lain kali, jangan datang dan ancam saya di rumah saya. Rumah Hussein,” cetus Hamzah.

Saat dia menyuruh Huneiti pergi, Pangeran Hamzah berkata: “Kekacauan yang Anda buat di negara ini akan menghancurkan kita semua, akan menghancurkan warisan ayah dan kakekku.”

Pangeran Hamzah pada hari Sabtu (3/4/2021) mengkritik keras para pemimpin Yordania, tetapi secara dramatis pada hari Senin (5/4) menjanjikan kesetiaannya kepada keluarga kerajaan. (*)

Sumber: Dtc

UPDATE CORONA