Bamsoet : Penyerangan di Mabes Polri Jadi Alarm Keras Untuk Waspada

oleh -61.489 views
Foto File: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai penyerangan terhadap Mabes Polri merupakan alarm keras untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan kelompok teroris.

Bamsoet pun meminta agar seluruh aparat kepolisian di berbagai daerah dapat meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga objek vital masyarakat.

REALITAS TV

“Polri, BIN, BAIS, dan berbagai aparat keamanan lainnya harus memperkuat kegiatan intelijen, sehingga bisa mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pergerakan teroris.

Begitupun dengan BNPT hingga TNI yang harus memaksimalkan perannya. Keberadaan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

BACA JUGA :   Ormas SAPU JAGAD & PSHT Gemolong Kerja Cor Tiang Masjd JAGAD

Menjadikan tidak ada alasan lagi bagi aparat hukum untuk mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan cukup dalam penanggulangan terorisme seperti terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (1/4/2021).

Terkait hal ini, Ketua DPR RI ke-20 ini meminta agar masyarakat tak menghubungkan pakaian khas agama pelaku teroris dengan agama tertentu. Hal ini guna menghindari stigma teroris berasal dari salah satu agama muncul di masyarakat.

“Walaupun penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh orang yang menggunakan pakaian khas muslim, bukan berarti penyerang mencerminkan kondisi penduduk muslim seutuhnya. Siapa pun dengan motif apapun bisa berada di baliknya.

Muslim Indonesia adalah muslim yang Rahmatan Lil Alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan). Sikap si penyerang tersebut sangat jauh dari itu semua,” tegasnya.

Bamsoet juga menegaskan tindakan terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan serta persatuan dan kedaulatan kebangsaan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak bersatu dan bekerja sama untuk melawan teroris di Indonesia.

BACA JUGA :   Tiga Hari Pencarian BES di Temukan Mengambang & Tersangkut Kayu

“Walaupun dalam beberapa hari ini sudah terjadi dua peristiwa teroris yang mencengangkan, bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, masyarakat harus tetap tenang dan waspada.

Bangsa Indonesia sudah membuktikan selama ini bisa hidup rukun dan damai antar pemeluk agama. Yang kita lawan bukanlah sesama pemeluk agama, melainkan teroris sebagai orang yang tidak memiliki agama, yang tidak pantas hidup di bumi Indonesia,” pungkasnya. (*)

Sumber: Dtc

UPDATE CORONA