Seorang Ibu Hanya Bisa Menangis Pilu Usai Rumahnya Ludes Terbakar

oleh -414.759 views
Seorang Ibu
Sebuah rumah berkonstruksi kayu di Desa Pucok Alue Buket Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, ludes terbakar. Foto : Serambi.com

Aceh Utara I Media Realitas.com – Nurdiyanah (32) Seorang ibu muda di Desa Pucok Alue Buket, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, hanya bisa menangis pilu ketika mendapati rumahnya ludes terbakar, Jumat (5/3/2021).

Hanya Bisa Menangis Pilu Rumah tersebut terbakar setelah korban meninggalkan selama satu jam karena keperluan mengikuti Posyandu di meunasah setempat.  Akibat kejadian itu, semua barang bersama isinya musnah terbakar.

“Kita mendapat laporan dari Keuchik Pucok Alue Buket, sudah terjadi kebakaran dan personel langsung menuju ke lokasi,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Baktiya Barat, Iptu Heri kepada Wartawan, Sabtu (6/3/2021).

BACA JUGA :  TTI Bongkar Paket Konsultan Dayah Aceh Rp12,5 Miliar, Ada Perencana dan Pengawas Perusahaan yang Sama

Sekitar pukul 09.30 WIB, korban memasak nasi dengan menggunakan rice cooker.

Setelah itu, ia korban pergi ke posyandu.  Pada pukul 10.15 WIB, Nurdiyanah pulang dari Posyandu melihat rumahnya sudah hangus terbakar.

“Ibu korban saat kejadian sedang mencuci pakaian di belakang rumahnya. Saat melihat  ke arah belakang melihat kobaran api yang berasal dari rumah anaknya,” ujar Kapolseknya.

Lokasi rumah korban dengan tempat tinggal saksi terpaut sekitar 15 meter.

Melihat kobaran api  yang melalap rumah anaknya dan tidak ada yang memadamkan. “Diperkirakan api berasal dari bagian tengah rumah, tempat saklar arus listrik penghubung cok untuk menghidupkan rice cooker,” ungkap Iptu Heri.

BACA JUGA :  JELANG MUSDA VI KAHMI BATAM, FARHAN MULAI KONSOLIDASI DUKUNGAN: PERTARUNGAN KETUA MAKIN PANAS

Disebutkan, api dengan cepat membesar dikarenakan  tiupan angin dari areal sawah, sehingga seluruh rumah dan isinya tidak ada yang terselamatkan.

Setelah melihat kejadian kebakaran tersebut saksi langsung mencari keberadaan korban. Ternyata, anaknya sedang tidak di rumah, karena sudah ke posyandu.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta. (*)

Sumber : Serambi