IKLAN YARA

Masjid Baitul Huda Sejarah Baru Blang Malu Pidie Aceh

oleh -703.489 views
Blang
Masjid Baitul Huda atau Masjid Blang Malu, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Aceh/Foto : Ishak Mutuara
UPDATE CORONA

Pidie I Mediarealitas.com – Setelah selesai tahapan pembangunan yang dimulai sejak 7 tahun lalu, tepatnya pada 2014. Panitia pembangunan telah menetapkan jadwal pada tanggal 25 Maret 2021 atau bertepatan pada 11 Syakban 1443 H, Masjid Baitul Huda atau Masjid Blang Malu, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Aceh, dengan Bismillah akan diresmikan.

Hal itu disampaikan oleh ketua panitia pembangunan Masjid Baitul Huda, H. Hasballah Sulaiman, kepada mediarealitas, Selasa (23/3) di Blang Malu, Kecamatan Mutiara Timur.

Menurut H. Hasballah, peresmian Baitul Huda tersebut akan di laksanakan oleh beberapa ulama kharismatik Aceh, diantaranya H Usman Ali (Abu Kuta Krueng) Pimpinan Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, H. Muhammad Amin (Abu Tu Min) pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Bireun, serta Abu Ishak Lamkawe pimpinan Dayah Baldatul Mubarakah Al-Aziziyah, Gampong Kandang, Kecamatan Kembang Tanjung, Pidie.

Selain dari tokoh ulama tersebut juga direncanakan akan ikut hadir diantaranya dari unsur Pemerintahan Kabupaten Pidie, bahkan Bupati Pidie Roni Ahmad dikabarkan ikut menghadiri hajatan tersebut. Panitia juga ikut mengundang sejumlah tokoh masyarakat pidie, pimpinan dayah di Pidie dan dari unsur masyarakat sekitar pembangunan masjid Baitul Huda Blang Malu kecamatan Mutiara Timur.

H. Hasballah atau biasa disapa haji ballah toko Hidup Hubur yang merupakan tokoh Mutiara ini juga menjelaskan, mereka telah menetapkan protokol kesehatan (prokes) pada prosesi acara tersebut, maka bagi tamu yang hadir wajib mengikuti prosedur sesuai dengan protokol kesehatan seperti anjuran Pemerintah, hal itu mengingat ancaman jiwa dari ganasnya Virus Corona atau penularan Covid-19 masih saja mengancam kita semua.

Untuk kenyamanan tamu undangan atau masyakat yang hadir, panitia telah menyediakan sejumlah alat cuci tangan berupa tempat cuci tangan portabel, dan menyediakan masker, serta telah memasang sepanduk bertuliskan arahan atau ajakan untuk mematuhi protokol kesehatan di seputaran komplek Masjid Baitul Huda, guna mencegah penyebaran virus corona. Tuturnya.

Sekilas tentang Baitul Huda

BACA JUGA :   IAIN Langsa Laksanakan Wisuda 542 Jadi Sarjana

Masih menurut H. Hasballah, Baitul Huda bukanlah nama baru untuk nana masjid yang baru siap dibangun di Blang Malu ini. Baitul Huda awalnya terletak di komplek kedai atau pasar Blang Malu yang aksesnya sedikit kedalam di jalan arah menuju Ujong Rimba atau 200 meter dari jalan negara.

Mengingat akses ke mesjid lama sedikit sudah menyempit dan minimnya lahan parkir, sehingga tokoh masyarakat di wilayah tersebut berniat untuk memindahkan dan membangun sebuah masjid baru agar letaknya lebih strategis di tepi jalan negara juga dengan harapan dapat menjadi masjid Kecamatan Mutiara Timur.

Namun rencana pembangunan masjid tersebut untuk di jadikan sebagai masjid kecamatan jauh dari harapan, lantaran pihak Kecamatan menolak masjid tersebut sebagai masjid kecamatan, dengan alasan ada Masjid Alue Batee atau Mesjid Baitul Azmi Lil Mukminin di Kemukiman Alue Batee. bebernya.

Lebih lanjut, tepat pada tahun 2014 setelah terbentuknya panitia pembangunan masjid maka dimulailah pembangunan dengan anggaran seadanya yang peletakan batu pertama dilakun oleh Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah pada saat itu. Jelas H. Hasballah.

Sementara menurut panitia bidang keuangan Safwan Husen yang juga merupakan Keusyik atau kepala desa Rambong menuturkan, hingga sekarang anggaran yang sudah dikucurkan untuk pembangunan masjid Baitul Huda tersebut sudah mencapai 27,4 M.

Anggaran tersebut kumpulan dari keseleruhan sedekah dan sumbangan dari masyarakat, termasuk sedekah breuh siregam (beras satu genggam) yang di kumpulkan oleh panitia dari masyarakat di sekitar Blang Malu, Tanjong, Rambong, Kp Lada, Cot Kuthang, Dayah Kumbang, Paloh Tinggi, Paloh Jurong Pande, Paloh Ujong Rimba, serta Paloh Nibong Ujong Rimba dan Kampung sekitar lainnya.

Sedangkan bantuan atau suntikan dana dari pihak Pemerintah yaitu pemerintah Provinsi baru mencapai sekira 1,7M pada tahun 2016, 2017 dan 2018 dengan sumberdana odsus. Dan ini menjadi sejarah baru bagi Blang Malu dalam membangun tempat suci masjid Baitul Huda. Jelas keusyik Wan.

Sementara kesiapan mesjid sudah hampir mencapai 85 persen lebih, tinggal lagi mengenai finising, diantara tempat wudhu, pemasangan vapling blok untuk areal halaman dan areal parkir serta perangkat ac atau pendingin ruangan sebanyak 12 unit.

Tentunya Masjid Baitul Huda ini masih sangat membutuhkan bantuan dari dermawan, bahakan panitia masih mengumpulkan bantuan berupa beras segemgam dari masyarakat sekitar untuk menutupi kebutuhan demi kesempurnaan masjid.

“Kita masih mengumpulkan sumbangan breuh sireugam dari masyarakat, dengan ini kita sangat berharap kepada hamba Allah yang dermawan agar sudikiranya menyisihkan sedikit infak untuk kelanjutan rumah Allah ini”, harap keusyik Wan. (Ishak Mutuara)

BACA JUGA :   Tingkatkan Toleransi Umat Beragama, FKUB Pekanbaru Gelar Diskusi Bersama