Gadis di Pekalongan Laporkan Kasusnya Atas Dihamili Oleh Kades, Katanya Diancam dan Dibunuh

oleh -136.489 views
Foto: Ilustrasi

IDUL FITRI

Jakarta I Mediarealitas.com – Wanita bernisial NA (27) mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan, Rabu (24/3/2021) siang.

Warga Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, itu mengaku dihalimi seorang pria yang kini menjabat kepala desa. Saat ini usia kandungannya sudah memasuki 11 pekan.

REALITAS TV

Bukannya kasih sayang yang didapat, dia malah mendapat perlakuan kasar dari oknum pak kades. Tak betah dianiaya oleh calon bapak dari anaknya, NA melaporkan yang dialaminya ke polisi.

Ia mengadukan salah satu kepala desa, di Kecamatan Paninggaran yang dituding telah menghamili dan ingkar menikahinya. “Hari ini saya melaporkan atas kasus, saya dihamili oleh kades yang ada di wilayah Kecamatan Paninggaran,” kata NA kepada wartawan.

BACA JUGA :   Korem 172/PWY Dukung Upaya Bersama Jaga Kamtibmas di Papua

Selain melaporkan kasus atas dihamili kades, ia juga melaporkan atas ancaman dan kekerasan yang dialaminya. Ia mengaku mempunyai bukti-bukti ancaman dalam bentuk rekaman suara dan screenshot chat pak kades tersebut.

“Kehamilan saya berusia 11 minggu, saya dihamili di bawah ancaman,” kata dia.

“Ancamannya dalam bentuk perkataan melalui WhatsApp, telepon, atau ngomong secara langsung,” imbuhnya

NA juga mengungkapkan, pernah mendapat ancaman pembunuhan, mau disantet, dan dibikin sengsara seumur hidup. “Saya kenal dengan kades sejak tahun 2015,” ujar perempuan berkerudung itu.

BACA JUGA :   Penggerebekan Seorang Aktivis Di Kuansing Hoak

“Sejak pertama kenal hingga sekarang saya sering menerima kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, dijambak, bahkan diludahi,” ungkapnya.

Ia berharap dengan laporan ke Polres Pekalongan ada keadilan untuk dirinya. “Kata pak polisi yang memeriksa tadi, kasus ini akan segera diproses,” harapannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Akhwan Nadzirin membenarkan adanya laporan tersebut. “Untuk saat ini korban masih dilakukan pemeriksaan atau interogasi dan diminta keterangan oleh penyidik PPA,” katanya.

Kemudian, setelah itu pihaknya akan melengkapi saksi-saksi dan alat buktinya. “Yang jelas pengaduan ini akan kami tindaklanjuti,” imbuhnya.

BACA JUGA :   21 April 2021 Diperingati Hari Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Hingga saat ini Kasat Reskrim Polres Pekalongan tak bersedia menyebutkan nama dan asal kades tersebut.

Terpisah, salah seorang Kades di wilayah Kecamatan Paninggaran, yakni E, saat dihubungi awak media, menepis atas tuduhan yang dilaporkan. “Saya tidak melakukan kekerasan,” ujarnya.

“Justru, sejak dia ditinggalkan ayahnya kerja di luar kota, saya sering membantu keluarganya,” tambah dia.

Menurutnya, kejadian ini terjadi sebelum ia menjabat menjadi kepala desa. “Sebenarnya, masalah ini sudah selesai dan saya siap bertanggungjawab untuk menikahinya,” ujarnya. (*)

Sumber: Trb

UPDATE CORONA