Sikap Polres Pelalawan Tanda Tanya Atas Jebolnya Kolam Limbah PT. IIS

oleh -192.489 views
Sikap

IDUL FITRI

Pelalawan I Realitas – Sikap Polres Pelalawan Tanda Tanya Atas Jebolnya Kolam Limbah PT. IIS.

Pihak Polres Pelalawan belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi perihal jebolnya kolam limbah pabrik kelapa sawit (PKS) PT. Inti Indosawit Subur (IIS) di daerah Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau dua minggu lalu. Sikap Polres Pelalawan tersebut menjadi tanda tanya bagi awak media.

REALITAS TV

Humas Polres Pelalawan Iptu Haryanto ketika dihubungi, mengaku belum tahu persoalan itu. “Siapa nama anggota Polres Pelalawan yang turun dilokasi kejadian jebolnya limbah PKS PT. IIS,? biar saya konfirmasikan kepada yang bersangkutan,” jawabnya kepada media ini.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko S.Ik yang dikonfirmasi melalui pesan WA dengan singkat menjawab, “ke Kasat Reskirim saja,”.

Sedangkan Kasat Reskrim AKP Ario Damar S.IK saat ditemui dikantornya Senin (15/2/2021) tidak memberikan banyak keterangan.

“Sebentar ya, saya mau rapat dengan Kapolres. Agak lama ini” Jawab Kasat Reskrim Polres Pelalawan terkesan mengelak ketika media ini minta menunggunya sampai selesai rapat tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan yang dihubungi beberapa jam kemudian, tidak mengangkat telefonnya. Konfirmasi melalui pesan WA juga tidak dibalasnya.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi, belum ada keterangan terkait masalah jebolnya kolam limbah PKS PT. IIS tersebut.

Beberapa saat sebelum menemui Kasat Reskrim Polres Pelalawan, Humas Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. IIS Danton Sitompul saat dikontak, mengakui ada tiga orang anggota Polres Pelalawan didampingi dua orang anggota Polsek Ukui turun ke lokasi setelah kejadian jebolnya kolam limbah PKS PT. IIS tersebut. Namun Danton Sitompul mengaku tidak mengenal siapa nama anggota Polres Pelalawan yang turun saat itu.

“Namanya kurang paham saya pak, tapi yang turun itu kemarin, dibagian Reskrim Polres Pelalawan. Tiga orang dari Polres Pelalawan, dua orang anggota Polsek Ukui yang mendampingi.

Mereka naik mobil Kijang Innova, langsung ke TKP (lokasi kejadian),” ucap Danton Sitompul menjelaskan.

BACA JUGA :   PT. Bukit Asam Dan Tim PPKM Mikro Lakukan Penyemprotan

Dikatakan Danton, “besoknya setelah anggota Polres Pelalawan turun di TKP (tempat kejadian perkara) Manager pabrik kami bernama Pirma Huta Gaol langsung dipanggil ke kantor Polres Pelalawan.

Pimpinan kami bersama seorang asisten Josep Huta Huruk, dan dua orang pekerja, sudah diperiksa di Polres Pelalawan, katanya menerangkan.

Senada dengan keterangan Danton Sitompul juga sudah disampaikan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan melalui Kasi Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Hukum Lingkungan, Hechi Valentino S.Pi ketika dihubungi pada Rabu tgl 3 Februari 2021 lalu.

“Baru saja orang Polres Pelalawan menghubungi saya mau turun ke lokasi, ucap Hechi melalui sambungan telefon beberapa waktu lalu kepada media ini.

Peristiwa jebolnya kolam limbah pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT. Inti Indosawit Subur (IIS) di daerah Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau beberapa waktu lalu, diduga akibatkan pencemaran lingkungan hidup yang cukup hebat.

BACA JUGA :   Kunjungan Orang Nomor 2 Di Kogabwilhan III, Tingkatkan Moril Prajurit Yang Bertugas Di Papua

Sejumlah anak sungai di sekitar lokasi areal hak guna usaha (HGU) PT. IIS, berubah warna jadi hitam kecoklatan dan ikan pada mati.

Saputra Laoli yang mengaku tinggal di Etate IV Musim Mas juga mengakui telah melihat langsung dengan kepala mata sendiri matinya ikan-ikan di sungai Air Hitam paska kejadian jebolnya kolam limbah PKS PT. IIS itu.

Saputra Laoli yang kebetulan menemani anaknya mengurus SKCK di Polres Pelalawan menuturkan,  Senin tgl 1 Februari 2021 kejadian jebolnya kolam limbah PT. IIS, Rabu besoknya saya dengan kawan-kawan pergi ke sungai Air Hitam mau masang jaring.

Sampai disungai itu, kami melihat ikan sudah bergelembungan diatas permukaan air dan mulai membusuk.

Sungai itu juga sudah mulai mengeluarkan bau yang tidak sedap akibat dari ikan-ikan yang sudah membusuk itu. Sehingga rencana memasang jaring ikan disungai itu terpaksa kami batalkan, pungkas Laoli. (Sona)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas