Diduga Mengalami Trauma, Muhammad Maulidin Tidak Mau Sekolah Lagi, Diduga Akibat Dipukul Kepala Sekolah

oleh -607.489 views
Diduga

IDUL FITRI

Bireuen l Realitas – Diduga Mengalami Trauma, Muhammad Maulidin Tidak Mau Sekolah Lagi, Diduga Akibat Dipukul Kepala Sekolah.

Salah satu murid Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Peudada, Bireuen, Aceh, sejak beberapa hari ini tidak mau sekolah lagi. Bocah laki-laki itu diduga mengalami trauma. Kondisi itu diduga akibat dipukul oleh kepala sekolah.

REALITAS TV

Informasi yang dihimpun media ini insiden itu terjadi pada Rabu (10/2/2021) sekira pukul 10.20 WIB, saat jam istirahat sekolah. Akibat kejadian itu, sejak Kamis (11/2/2021) hingga Senin (15/2/2021) murid tersebut belum mau bersekolah lagi.

Murid SD itu diketahui bernama Muhammad Maulidin (9). Bocah dari keluarga miskin tersebut merupakan murid kelas IV SD Negeri 8 Peudada, Bireuen.

BACA JUGA :   Masa Depan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia

Muhammad Maulidin merupakan putra keenam dari tujuh bersaudara buah hati pasangan M Yusuf Yahya dan Fatimah Husen, warga Desa Paya Barat, Kecamatan Peudada Bireuen. Namun saat ini Muhammad bersama orang tuanya menetap di Desa Dayah Mon Ara, Kecamatan Peudada.

Saat ditemui Awak media di rumahnya Desa Dayah Mon Ara, Muhammad Maulidin didampingi ayah dan ibunya, terlihat tertidur lemas di tikar di ruang tamu. Saat ditanya kenapa tidak mau sekolah, bocah cilik tidak mau menjawabnya. Ia terlihat seperti trauma dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Setelah beberapa kali dibujuk untuk sekolah lagi, Muhammad Maulidin lalu menjawab tidak mau sekolah, karena takut dipukul lagi. Dengan nada terbata-bata Muhammad mengaku ditampar diwajahnya, sembari menunjuk wajahnya.

Sementara itu, ayah Muhammad Maulidin, M Yusuf Yahya didampingi istrinya Fatimah Husen, menambahkan, putranya diduga dipukul oleh kepala sekolah, sehingga anaknya tidak mau sekolah lagi karena trauma.

“Anak saya diduga dipukul oleh kepala sekolah, kejadian pada Rabu (10/2/2021) sekira pukul 10.20 WIB saat jam istirahat sekolah, hari itu saat pulang ke rumah anak saya trauma dan menangis, keesokan harinya ia tidak mau sekolah lagi sampai sekarang,” kata M Yusuf.

BACA JUGA :   FGD Sahli Kasad, Bagaimana Satkowil Berikan Bantuan Kemanusiaan Saat Bencana Alam

Sebutnya, sejak diduga dipukul oleh kepala sekolah, Muhammad tidak mau bersekolah lagi.

“Sehari setelah kejadian, sempat saya bawa anak saya ke Puskesmas Peudada, lalu dianjurkan untuk dilaporkan ke Polisi, tapi laporan saya belum diterima karena katanya tidak ada bekas pukulan, sementara anak saya hingga sekarang masih trauma,” ujar M Yusuf.

Sementara itu, Kepala SD N 8 Peudada, Bireuen, Mahdi Ahmad yang dikonfirmasi melalui WhatsApp handphone pribadi nya sampai saat ini belum menjawab terkait persoalan itu.

Sampai berita ini di terbitkan media ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari kepala sekolah SD N 8 Peudada, Bireuen. (Reza)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas