Akibat Hujan Deras Mengguyur Jakarta, TPU Karet Bivak Terendam Banjir Mencapai 30 Cm

oleh -101.489 views
TPU Karet Bivak tergenang air 30 sentimeter akibat hujan lebat di Jakarta Pusat, Minggu (7/2). Foto: ANTARA/HO-Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Hujan mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi. Akibatnya, sejumlah titik di Jakarta terendam banjir salah satunya Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak Jakarta Pusat banjir mencapai 30 sentimeter.

“Genangan air terjadi di blok makam 15, 16, dan 17, setinggi 30 sentimeter,” kata Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Mila Ananda seperti dilansir Antara, Minggu (7/2/2021).

REALITAS TV

Mila mengatakan pihaknya mengerahkan tujuh tangki penyedot dan dibantu petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat untuk menyedot genangan selanjutnya dibuang ke kali yang ada di belakang lokasi makam. Hingga saat ini, penyedotan air masih berlangsung.

BACA JUGA :   Polri Menghimbau Antrean McD Agar Tidak Langgar Prokes

Mila juga menjelaskan bahwa kontur tanah makam yang terendam banjir, yakni blok 15, 16, dan 17, berupa cekungan sehingga memang rentan genangan. Sementara posisi TPU Karet Bivak di bawah permukaan saluran air di jalan.

BACA JUGA :   Kapolri Akan Tegur Kapolda dan Kapolres yang Belum Tindak Premanisme

“Dengan posisi ini, menyebabkan TPU Karet Bivak mudah tergenang karena posisi makam yang lebih rendah dari jalanan,” katanya.

Mila mengungkapkan, genangan di makam itu tidak dapat dibuang ke saluran di jalan, tapi ke kali di belakang makam. Sedangkan bila hujan lebat, kali tersebut akan meluap dan mengenai lokasi permukiman yang juga ada di belakang makam.

Karena itu, Mila mengharapkan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat dapat mengoptimalkan embung-embung yang dibuat di sekitar makam itu. Dengan harapan, tidak ada lagi genangan di TPU Karet Bivak ketika hujan.

“Saya berharap nantinya ada penanganan yang sifatnya permanen.

Itu di belakang ada embung, mungkin perlu diperdalam embungnya, nanti saya berkoordinasi dengan SDA atau ditambah pompa.

Jadi, bisa difungsikan ketika air tinggi itu bisa disedot ke kali,” ujar Mila. (Dtc/Reda)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas