8 Tahun Kepemimpinan Umara Merajut Asa Menuju Kota Jasa Peradaban Dan Islami

oleh -367.489 views
Foto : Walikota Langsa, Tgk Usman Abdullah. dan Wakil Walikota Langsa, dr H Marzuki Hamid MM.

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – Pagi itu, mentari mulai keluar dari tidurnya, sementara pasukan kuning dari setiap sudut kota bergegas beranjak dari tempat tinggalnya untuk menunaikan tugas mereka memperindah kota yang baru lahir dari rahim ibunya Kabupaten Aceh Timur.

Ya, Kota Langsa namanya. Kota yang baru lahir dan mulai berbenah diri sejak berpisah dari kabupaten induknya Aceh Timur. Meski baru seumur jagung, kota ini terus bergeliat di bawah kepemimpinan UMARA.

REALITAS TV

Lalu, siapakah UMARA? UMARA singkatan dari akronim Usman Abdullah-Marzuki Hamid ini mulai memenej Kota Langsa sejak keduanya terpilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2012 yang sekaligus mengejawantah mereka sebagai walikota kedua definitif sejak berdirinya Kota Langsa.

Bak sang maestro, irama kehidupan Kota Langsa pun mulai berdenyut tatkala tangan terampil UMARA memainkan dawai musik memoles wajah kota berpenduduk 113.837 jiwa ini.

Torehan itu mereka awali saat melihat maraknya pelanggaran syariat di pusat kota, permainan keyboard dengan pakaian minim disertai mabuk-mabukan.

Foto: Kawasan Hutan Manggrove yang terbentang luas di Gampong Kuala Langsa, Kecamatan. Langsa Barat.

Sontak, membuat UMARA tersadar bahwa mereka harus mengambil tindakan cepat dengan menugaskan Dinas Syariat Islam memburu setiap pelanggar syariat Islam.

Langkah awal itu pun mendapat respon positif di masyarakat, namun tidak sedikit juga menimbulkan kontra terkait pembatasan permainan keyboard pada malam hari.

Tak hanya sampai disitu, UMARA pun mulai menata kehidupan perkotaan dengan merangkai bunga-bunga di taman jalan dan ruang terbuka hijau di seputaran kota serta memasang lampu-lampu taman, sehingga terciptanya nuansa modern, indah serta Islami.

Kota Langsa memiliki 5 kecamatan yaitu Kecamatan Langsa Kota, Kecamatan Langsa Barat, Kecamatan Langsa Timur, Kecamatan Langsa Lama dan Kecamatan Langsa Baro dengan seluas 262,41 km2.

Kota yang dilahirkan dari rahim Kabupaten Aceh Timur itu berdiri sejak Tahun 2001, dimana struktur perekonomian dibangun atas fondasi perdagangan dan pertanian.

Sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa, khususnya hasil bumi dari Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan paling banyak dari Medan – Sumut.

Kota Langsa merupakan kota pesisir yang memiliki garis pantai 16 km. Penduduknya sangat heterogen dimana ada suku Aceh, Jawa, melayu, Gayo, Batak, dan Karo, namun kehidupan masyarakatnya cukup harmonis, adapun jarak tempuh Kota Langsa  hanya berjarak 246 km dari Kota Medan, menyebabkan Langsa memiliki banyak kemiripan dengan Medan serta sekitar 440 km dari pusat Provinsi Aceh.

Kota kecil yang diapit Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang punya keunikan tersendiri dan butuh tangan-tangan dingin untuk membangun infrastrukturnya.

Dinahkodahi Umara memegang tampuk kepemimpinan Kota Langsa banyak hal positif yang telah dibangunnya. Tak gampang menjadi seorang kepala daerah dalam memoles pembangunan Kota Langsa, ini butuh ketelatenan dan keuletan dalam membidani sebuah kota.

BACA JUGA :   1000 Masker Diserahkan Ke Pos Seimawang II Oleh Dansatgas Yonif 144/JY

Ukiran tangan Tgk Usman Abdulah dan Marzuki Hamid layak mendapat acungan jempol, banyak hal yang telah ditorehkannya dalam memperindah Kota Langsa semisal perbaikan Lapangan Merdeka Langsa yang dulunya dipenuhi oleh pedagang kuliner kini sudah dialihkankan kesebalah yakni di pusat jajanan kuliner di Jalan Cut Nyak Dhien yang begitu strategis.

Tak sampai disitu saja buah karya Umara lainnya, pembuatan pasar tradisional di Kecamatan. Langsa Baro dan Langsa Timur juga merupakan buah karya Umara yang akan membangkitkan sektor ekonomi warga.

Foto: Kawasan Hutan Manggrove yang terbentang luas di Gampong Kuala Langsa, Kecamatan. Langsa Barat.

Kemudian yang paling fenomenal adalah sebuah maha karya terindah dan kado istimewa persembahan Umara disunglapnya Hutan Kota di Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan. Langsa Baro dan wisata Hutan Manggrove di Gampong Kuala Langsa, Kecamatan. Langsa Barat.

Bahkan Hutan Manggrove mendapat anugerah award dari Kementrian Pariwisata RI di Jakarta termasuk salah satu destinasi favorite wisata hutan Manggrove (Manggrove forest Fark).

Dua ikon ini yang mendongkrak elektabilitas pasangan Umara, memang Tgk Usman Abdullah yang kerap disapa Toke Seu’um ini selain piawai dalam menggendong senjata, maklum dianya mantan kombatan GAM pada saat itu kini harus menjadi bidan yang berhasil membedah Kota Langsa terciptanya indah dan islami.

BACA JUGA :   Tiba di Ibukota DKI Jakarta, Panglima TNI Pimpin Rapat Khusus Menyikapi Lonjakan Covid-19

Sekarang kedua ikon ini menjadi sumber pendapatan bagi Pemko Langsa dimana dapat menghasil PAD bagi daerah dan setiap akhir pekan maupun libur panjang wisatawan lokal maupun manca negara kerap mengunjungi kedua wahana wisata tersebut.

Tersajikan wahana bermain untuk anak-anak, seperti dayung perahu bebek di Danau, sepeda gantung serta banyak lagi wahana permainan yang cocok buat liburan keluarga.

Sedangkan untuk hutan manggrove para pengunjung dimanjakan dengan nauansa permadani indah nun jauh terbentang di kawasan manggrove dan tak tanggung-tanggung Pemko Langsa harus menggurak koceknya membangun sebuah menara pantau ditengah kawasan hutan manggrove tersebut.

Awal kepimpinannya sejak dilantik pada maret 2012 dan berhasil kembali dalam pilkada pada tahun 2017 hingga sekarang menduduki tahta Pemko Langsa, Toke Seu’um terbilang pemimpin yang tak kapok dengan kritikan-kritikan tajam dari berbagai elemen, Banyak kebijakannya dikritisi, namun Toke Seu’um bukan pemimpin yang cenggeng akan kritikan dirinya terus melaju seiring waktu membenahi Kota Langsa yang berlebel Kota Jasa Peradaban dan Islami.

Hal yang paling ditohok yakni ketika mencetuskan penegakan syariah Islam dimana pada saat itu permainan organ tunggal atau Keyboard yang sangat diminati kaula muda saat itu secara cepat ditiadakan alias diberhentikan, dan diberlakukannya jam malam bagi pelajar.

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas