103 Karung Bawang Merah Ilegal, di Amankan Bea Cukai Langsa

oleh -41.489 views
103 Karung

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – 103 Karung Bawang Merah Ilegal, di Amankan Bea Cukai Langsa di Kabupaten Aceh Tamiang.

Tim Bea Cukai Langsa, berhasil amankan mobil L300 yang berisi 103 Karung Bawang Merah Ilegal, di sekitar daerah Tanah Merah, Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruwai, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Kepala KPBBC TMP – C Langsa, Tri Hartana, kepada media ini mengatakan, Senin (22/2/2021) mobil Mitsubishi L-300 berisikan 103 karung bawang merah ilegal yang diduga berasal dari luar kawasan pabean dan tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan.

Ditemukan dari hasil penindakan mobil kali ini terdapat 103 karung bawang merah ilegal yang diduga berasal dari luar kawasan pabean dan tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan.

BACA JUGA :   Kadiv Humas Jelaskan Virtual Police Bekerja Untuk Ciptakan Medsos Bersih Dan Sehat

Adapun kronologis, sebagai berikut : berawal dari Sekira pukul 07.00 WIB, tim mendapat informasi adanya kapal yang melakukan kegiatan bongkar-muat barang impor bawang merah berasal dari luar kawasan pabean di wilayah Sungai Keruk, Tamiang.

Selanjutnya tim melakukan pendalaman informasi tersebut, akhirnya didapat informasi adanya 1 (satu) mobil jenis pick up merk Mitsubishi L-300 yang terparkir di salah satu rumah yangg dicurigai sebagai tempat penimbunan bawang tersebut.

Setelah tim berhasil memastikan bawang impor tersebut berada dalam mobil L300 dan mengetahui bawang tersebut akan dibawah ke sekitar kota Langsa, kemudian tim melakukan pengejaran terhadap mobil L300 tersebut, selanjutnya tim memberhentikan mobil tersebut di sekitar daerah Tanah Merah, Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruwai,.

BACA JUGA :   Simpan 1,2 Kg di Dalam Dubur, Polresta Bandara Soetta Tangkap Lima Kurir Narkoba

Dari hasil pemeriksaan, diketahui mobil kedapatan mengangkut bawang merah yang diimpor tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabenan. Selanjutnya pelaku bersama barang hasil penindakan (sarana pengangkut berupa mobil & bawang merah) dibawa ke kantor Bea Cukai Langsa informasi dan penanganan lebih lanjut.

Sanksi hukum terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102  huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan, yaitu:

“Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana Penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah).

BACA JUGA :   Wapres: Kalangan Akademisi Harus Dapat Berinovasi Membangun Kesiapan Masyarakat Untuk Menghadapi Disrupsi

Upaya penindakan kali ini merupakan bukti keseriusan dan kegigihan Bea Cukai dalam memberantas barang-barang ilegal dan menutup pintu masuk para penyelundup ke wilayah Indonesia. Tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, melainkan upaya nyata Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara. (*)

UPDATE CORONA