Polresta Bogor Akan Panggil Ulang Keluarga Habib Rizieq Soal Tes Sweb di RS UMMI

oleh -84.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Polresta Bogor Akan Panggil Ulang Keluarga Habib Rizieq Soal Tes Sweb di RS UMMI.

Keluarga Habib Rizieq Shihab tidak memenuhi panggilan Polresta Bogor Kota terkait tes swab di RS UMMI dua hari lalu. Polisi akan memanggil ulang.

“Jadi begini, ini kan tahap penyelidikan. Kalau nanti sudah naik sidik, pemenuhan tata cara pemanggilan sebagai saksi dalam tahap penyidikan.

Pasti nanti ada kita panggil (HRS),” kata Kapolresta Bogor Kombes Hendri Fiuser di Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (2/12/2020).

BACA JUGA :   Operasi Gabungan, Berikan Himbauan Dan Sanksi Kepada Para Pelanggar Protokol Kesehatan

Namun belum diketahui kapan Habib Rizieq akan dipanggil kembali. Hari ini pihaknya akan meminta keterangan 3 dokter RS UMMI yang merawat Habib Rizieq terlebih dahulu.

“Ada 3 orang yang dipanggil, ya, yang merawat (Rizieq dan keluarganya) pada saat itu,” ujar Hendri.

Hendri pun mengatakan kasus ini masih terus didalami. Dia memastikan kasus swab test Habib Rizieq di RS UMMI akan segera dinaikkan ke tahap penyidikan pada, Senin (7/12/2020) mendatang.

“Jadi berkembang terus dari awal, memang berkembang. Yang jelas saya sampaikan kemarin, mudah-mudahan insyaallah hari Senin naik sidik dan sudah kita buktikan siapa yang akan menjadi tersangka,” ucap Hendri.

BACA JUGA :   Bertolak ke Kalsel, Jokowi Tinjau Lokasi Banjir hingga Warga Terdampak

Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser mengatakan pihaknya telah melayangkan surat panggilan ke keluarga pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Terkait kasus tes swab Habib Rizieq. Namun Hendri mengaku keluarga Habib Rizieq tak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan kemarin.

“Ya (memanggil keluarga Habib Rizieq sebagai) saksi. Kemarin (Senin, 30 November 2020) kan tidak datang memberikan klarifikasi, tidak berpengaruh terhadap hasil penyelidikan ini,” kata Hendri di Polresta Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/12/2020).

BACA JUGA :   Sukses Jaga Kota Tauhid Sufi, Format Apresiasi WH Aceh Barat

Hendri menjelaskan, penyelidikan masih dalam tahap mengumpulkan keterangan saksi. Termasuk, imbuh dia, saksi ahli. “Kita kan mengumpulkan sebanyak-banyak keterangan saksi,” kata Hendri.

Dia menuturkan, jika keterangan para saksi dinilai cukup oleh penyidik untuk membuktikan adanya suatu tindak pidana, pihak yang mangkir dari pemeriksaan akan dipanggil paksa.

“Dari situ mungkin kita simpulkan, kalau memang terbukti (ada unsur pidana) tidak perlu memanggil saksi, kita panggil secara paksa,” tegas dia. (Dtc)