Para Medis Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Pemotongan Uang Covid-19

oleh -608.489 views
Ilustrasi Covid-19

IDUL FITRI

Bireuen I Realitas – Persoalan yang di hembus beberapa hari ini terkait pemotongan upah jerih tenaga medis yang menangani pasien Covid di kabupaten Bireuen sepertinya berbuntun panjang.

Perilaku busuk yang membuat nama baik di dunia kesehatan selama ini sedikit demi sedikit mulai terkuak akibat rakusnya para kepercayaan orang nomor satu ini.

Padahal selama ini di tengah Pandemi pihak tenaga medis selalu mempertaruhkan nyawa nya untuk dapat  memberikan pelayanan yang maksimal untuk para masyarakat yang terjangkit Virus covid-19 khususnya di kabupaten Bireuen ini, Kamis 03/12/2020.

Pemerintah Aceh selama ini juga membeberkan besaran insentif untuk masing-masing tenaga medis. Untuk dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta, bidan atau perawat Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

BACA JUGA :   Peletakan Batu Pertama Pembangunan Polesek Terentang Oleh Waka Polda Kalbar

Namun uang itu tidak semuanya dapat di nikmati oleh para pahlawan yang selama ini yang merawat dan melayani pasien yang terjangkit Virus yang sangat mematikan itu. Bahkan uang yang sudah masuk ke dalam rekening mereka pun di minta kembali oleh para atasan mereka.

Seperti yang di alami para tenaga medis di pukesmas jangka kabupaten Bireuen, di duga uang yang sudah masuk ke rekening mereka di rampas kembali oleh kepala pukesmas dengan alasan yang tidak jelas.

Seperti salah satu nara sumber media ini, yang juga tenaga medis di pukesmas mengaku uang yang masuk dalam rekening mereka hanya singgah dan sudah di ambil kembali oleh kepala pukesmas yang bernama Bukhari. SKM

BACA JUGA :   Tokoh Papua : KKB Melakukan Penyerangan, Dewan Gereja Papua Bisu Seribu Bahasa

Namun sumber lainnya meminta kepada penegak hukum agar mengusut tuntas perihal yang selama ini membuat paramedis ditindas akibat upah jirihnya nya yang selalu dipermainkan demi keuntungan pejabat di kalangan kabupaten Bireuen.

dirinya juga menduga bahwa bukan di Puskesmas jangka saja yang terjadi hal seperti itu malahan hampir semua Puskesmas dan Rumah sakit umum Dr Fauziah kami berharap kepada penegak hukum agar lebih bijak dan menanggapi serius terkait uang covid yang selama ini dipermainkan ungkap sumber yang tidak ingin disebut namanya

Kepala pukesmas jangka Kabupaten Bireuen. Bukhari. SKM Yang di konfirmasi media ini Selasa 1/ Desember -2020 melalui handphone pribadinya membantah terkait pemotongan uang tersebut.

Kalau uang itu bukan untuk tenaga medis tapi tenaga supeleid. Saya tidak tau uang itu, karena saya sebagai pengawas, uang itu di kirim untuk petugas Covid- di lapangan.

BACA JUGA :   Polda Metro Jaya Bersama Polres Metro Depok Berhasil Tangkap Kurir 46 Kg Sabu Dalam Kemasan Teh Hijau

Uang itu bukan untuk di bagi-bagi untuk semua orang.Tapi di bagi sedikit-sedikit buat orang itu untuk uang minum.

Kata Kepala Pukesmas Jangka sambil mengajak wartawan ini untuk dapat datang ke kantornya kilahnya sambil menutup telepon.

Kepala dinas kesehatan Kabupaten Bireuen. Dr. Irwan yang dikonfirmasi media ini melalui handphone selulernya, mengatakan kalau uang itu dipotong maka harus dikembalikan kepada yang berhak.

Namun saat di tirai pertanyakan oleh awak media tindakan tegas dari pihak Dinas kesehatan terkait pemotongan uang itu pak?

Kepala dinas kesehatan Kabupaten Bireuen dr. Irwan sampai saat ini belum bisa menjawab terkait persoalan ini. (Reza)