Komisi VIII DPR Menilai Soal Azan Ajakan Jihad: Menghasut dan Provokatif

oleh -89.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Komisi VIII DPR Menilai Soal Azan Ajakan Jihad: Menghasut dan Provokatif.

Jagat dunia maya dihebohkan dengan video viral yang berisi seorang muazin menyelipkan lafaz ‘hayya alal jihad’. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily menilai azan ajakan jihad itu menghasut dan provokatif.

“Sependek pengetahuan saya tentang agama, mengubah adzan dengan tambahan ‘jihad’ tentu merupakan perbuatan yang mengada-ada atau bidah.

Azan jelas kalimat-kalimatnya telah baku dan dicontohkan secara jelas sebagaimana ajaran Rasulullah SAW,” kata Ace kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Dari video viral itu, nampak sejumlah orang melafazkan azan ajakan jihad dengan menenteng senjata. Ace menilai tindakan tersebut diduga mengajak melakukan kekerasan atas nama agama.

BACA JUGA :   Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Tenaga Pendidik dan Kependidikan di SMAN 70 Jakarta

“Secara substansi ajakan untuk berjihad tentu harus dilihat konteksnya. Ajakan jihad dengan mengacungkan senjata, sebagaimana terlihat dalam video itu.

Jelas merupakan tindakan yang patut diduga sebagai ajakan untuk melakukan kekerasan atas nama agama. Tindakan itu merupakan tindakan penghasutan dan provokasi,” ujarnya.

Ketua DPP Partai Golkar ini mendorong aparat penegak hukum mengusut video viral azan ajakan jihad. Motif azan ajakan jihad pun diminta dibongkar oleh Ace.

“Oleh karena itu, pihak penegak hukum harus mengusut tuntas apa motif dibalik tindakan ajakan jihad dengan melakukan kekerasan membawa senjata tajam. Pihak kepolisian harus mengusutnya dengan tuntas tindakan tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA :   BAPERA Pidie Jaya Siap Menjadi Mitra Polri Dalam Penanganan Konflik Sosial

Selain itu, Ace mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi azan ajakan jihad itu. Menurut Ace, meski azan ajakan jihad jelas sudah keluar ajakan Islam, masyarakat tak terpancing.

“Namun demikian, masyarakat jangan terprovokasi dengan tindakan tersebut. Selain tindakan itu telah keluar dari koridor ajaran Islam karena telah melakukan bid’ah dzolalah, juga bertentangan dengan semangat jihad yang dipahaminya secara salah kaprah,” imbuhnya.

Polisi pun telah merespons viral azan mengajak jihad tersebut.  Polisi memastikan turun tangan menyelidiki video viral seorang muazin menyelipkan lafaz ‘hayya alal jihad‘ yang diduga berlokasi di Petamburan, Jakarta Pusat.

BACA JUGA :   Polisi Gerebek Rumah Transaksi Narkoba Dan Amankan Dua Pelaku

Polisi mendatangi masjid-masjid di Petamburan untuk memastikan kebenaran video tersebut. “Kita mengimbau sambil bertanya apa benar di Petamburan ?.

Kita sekalian imbauan tim Bhabinkamtibmas datang ke masjid-masjid menanyakan apa ada,” kata Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan saat dihubungi, Senin (30/11/2020).

Namun polisi belum mendapatkan informasi berarti. Singgih berpesan agar masyarakat tidak terpancing dengan peristiwa tersebut.

“Kita imbau dari awal terkait video itu untuk masyarakat tidak terpancing,” sebutnya. (Dtc)

UPDATE CORONA