Polda Sumsel: Penyebar Hoaks Virus Corona Akan Dipenjara 10 Tahun

oleh -11.201 views

IDUL FITRI

PALEMBANG I Realitas – Polda Sumatera Selatan mengingatkan warga untuk tidak menyebar informasi bohong (hoaks) terkait pandemi Covid-19. Polisi tidak segan menindak pelaku penyebar hoaks sesuai dengan ketentuan hukum.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, masyarakat yang biasa bercanda melalui media sosial, diingatkan tidak menggunakan isu Covid-19 sebagai bahan candaan. Isu virus corona sangat sensitif, sehingga bisa menimbulkan kepanikan dan keresahan.

Untuk menertibkan hoaks itu, tim siber Polda Sumsel melakukan pemantauan percakapan di media sosial.

Jika ada akun media sosial menyebarkan hoaks akan dilacak keberadaannya dan dikenakan sanksi hukum yang cukup berat.

“Siapa pun yang terbukti menyebarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat, akan dijerat dengan Pasal 14 Undang Undang No.1 Tahun 1946 dengan ancaman setinggi-tingginya 10 tahun penjara,” ujar Supriadi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendirikan dua posko tanggap darurat virus corona atau Covid-19. Posko ini didirikan di halaman kantor Gubernur Sumsel dan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes).(IN/Red)