27419 KALI DIBACA

Merasa Dipitnah Warga Desa Kilangan Marah Desak Kepala Desa Menempuh Jalur Hukum

Merasa Dipitnah Warga Desa Kilangan Marah Desak Kepala Desa Menempuh Jalur Hukum
UPDATE CORONA

Aceh Singkil I Realitas – Merasa Dipitnah Warga Desa Kilangan Marah Desak Kepala Desa Menempuh Jalur Hukum.

Berita yang diadopsi dari Nara sumber tidak benar hanya keterangan sepihak memicu kemarahan masyarakat.

Sedikitnya empat puluhan warga Desa kilangan terdiri dari kaum ibu dan Bapak merasa kecewa atas pitnah, setengah meliyar (500.000) dana desa diselewengkan kepala Desa Kilangan.

Atas pitnah itu warga marah dan mendesak kepala Kampong Desa Kilangan Adul Mukti agar menempuh jalur hukum atas perbuatan berinisial SP dan Risman (Nara sumber) dan kawan-kawan mengatas namakan mewakili warga desa kilangan dengan tujuan mejelek Kepala desanya melalui pemberitaan kepada beberapa media online dishere ke-grup WathsApp Media Sosial facebuk (Medsos FB)

Desakan tersebut disapaikan warga desa Kilangan pada acara perdamaian yang sudah tejadwal antara Kepala Kampung dengan narasumber melalui perantara Imam Kampung Ustad Syafidin, SH.I selaku umarah perangkat adat Kampung, dihadiri perakat Desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas, serta Apokad desa Kilangan, dikantor desa Jumat, (14/02/2020).

Sapidin Imam Desa kilangan Kec. Singkil, Aceh Singkil, menjelaskan ada beberapa orang diantara kita mengatas namakan mewakili masyarakat Desa kilangan sebagai Nara sumber membrikan keterangan tidak benar kepada oknum wartawan media online dimama keterangan itu sepihak sehingga berita itu di Shere ke FB.

Berita tersebut saya baca di Medsos, setelah saya cermati isinya, Lalu saya langsung berinisiatif menanyakan kepada kepala Desa (kampung) Abdul Mukti.

” Apakah berita itu benar. Kepala kampung, Sepertinya mrasa kecewa karena dalam berita itu adalah keterangan sepihak”. Ujar Safidin.

Jadi dalam hal ini kata Satidin menyebutkan, ia takut berlarut – larut, lalu mencoba menengahi. Kepala kampung pun mau memaafkan dan mekelarifikasi berita tersebut dan begitu juga narasumber Risman dan kawannya meminta maaf mengakui kesalahan Pada Rabu malam (12/2/2020) dikediaman Kepala Desa.

Kedua belah pihak pun telah bersepakat melaksanakan perdamaian pada hari Jumat, (14/2/2020), dikantor desa dihadiri perangkat adat dan perangkat Desa, Babinsa, Babinkamtibmas serta dihadiri warga kampung.

Acara perdamaian sesuai jawal yang ditunggu-tungu gagal total, karena pihak Nara sumber Risman dan kawan-kawannya tidak hadir tanpa alasan.

Karna kedua belah pihak sebelumnya telah bersepakat, saya tidak lagi mengingatkan kata Safidin, namun saya sudah berusaha mendatangi kediaman Nara sumber tapi tidak ada ditempat, dan menghubungi melalui Hp. Juga yang bersangkutan menon aktifkan hp.

Selaku pemaku saraq dikampung ini saya Safidin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh undangan berhadir baik didalam maupun diluar ruang kantor desa, atas ketidak hadiran Nara sumber. Ucapnya.

Kepala Kampung Kilangan Abdul Mukti menjelaskan, perdamaian akan dilakukan ini agar warga kampung tahu kedepanya jangan ada pinah ditengah masyarakat.

Dan mengharapkan kepada masyarakat terkait agaran dana desa baikbitu dan pembangunan fisik didesa dalan yang lain-lainya kalau tidak mengetahui persis kegunaannya jangan terlalu jauh melangkah tanpa komfirmasi terlebih dahulu.

Di sini ada kepala desa dan perangkatnya, Badan Pengawan Kampung (BPK), Badan perwakilan kampung (BPG) tanyakan, kita dudukan dan bermusyawah menyelesaikan segala persolannya.

Didalam persoalan pemerintahan desa tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami selalu terbuka dan tidak antik keritikan, tapi keritik itu yang membangun dan bertangung jawab.

Sebagai Kepala pemerintahan didesa juga punya harga diri. Dan bisa saja melaporkan yang orang yang membuat pitnah kepada pihak penegak hukum. Tegas Mukti.

Dikesempatan itu Babinsa kopral dua Eko sanjaya, mencoba menenangkan warga yang mendesak kepala desa untuk menempuh jalur hukum atas pitnah oleh oktum narasumber tidak mau hadir diacara itu.

Adapun tujuan pertemuan ini diadakan adalah untuk mediasi dan pulikasi antara kepala desa dengan Nara sumbernya. ” Dalam hal ini bukan menambah besar masalah ini kita selesaikan dengan baik sebagai mana yang diharapkan kepala desa.

Dan masyarakat disini jangan ada gesekan lagi karna semuanya disini keluarga, bila hal ini terjadi lagi biarlah kepala desa menyerahkan kepada kuasa hukum desa ini nanti “. Pinta Eko Sanjaya. (Rostani/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS