Terungkap, Pelaku Teror di Jakbar Racik Air Keras di Samping Kantor Polisi

oleh -203.759 views

Jakarta I Realitas – Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penyiraman air keras di Jakarta Barat. Dari rekonstruksi tersebut, terungkap fakta baru bahwa tersangka Vindra Yuniko (29) meracik air keras di sebuah warung di samping kantor polisi.

Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmono menyebutkan bahwa pelaku meracik air dengan soda api di 3 lokasi. Untuk diketahui, tersangka sendiri melakukan 4 kali penyiraman air keras di kawasan Kebon Jeruk dan Kembangan, Jakarta Barat.

“Yang pertama (tersangka meracik) di tempat dia bekerja di gerai Ac (air conditioner) di wilayah Meruya. Kemudian, ada di warung kopi di sebelah Polsek dan satu lagi (di Kembangan) sudah diwakili dilaksanakan di Polda Metro Jaya,” jelas Kompol Hendro di Polsek Kebon Jeruk, Jalan Raya Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (21/11/2019).

Kegiatan rekonstruksi untuk salah satu kejadian dilakukan di Polda Metro Jaya dengan alasan pertimbangan keamanan. Selain di lokasi peracikan soda api, polisi juga menggelar rekonstruksi saat tersangka membeli soda api di toko ‘Alam Santosa’ dan toko ‘Bangun Jaya’ di kawasan Jakarta Barat.

BACA JUGA :  Benarkah adik walikota Banda Aceh Beking Kasus tertangkapnya Ajudan Ketua DPR Aceh di Kamar Hotel Banda Aceh

Total ada 52 adegan yang direka ulang oleh tersangka. Adegan tersebut mewakili kejadian di 4 TKP penyiraman air keras.

Rekonstruksi Teror Air Keras Jakbar (Rahel-detikcom)Rekonstruksi Teror Air Keras Jakbar (Rahel-detikcom) Foto: Rekonstruksi Teror Air Keras Jakbar 

Polisi masih mendalami motif tersangka. Polisi juga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan psikolog untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka.

“Sejauh ini motif tersangka, dari kami kalau dari pendalaman terhadap tersangka yang bersangkutan belum bisa kami sampaikan, karena masih labil. Mungkin lebih baiknya nanti menunggu dari hasil resmi psikolog,” tuturnya.

“Tersangka dan para korban sendiri tidak saling mengenal,” cetusnya.
Teror penyiraman air keras diawali pada 5 November 2019 di Jalan Raya Kebon Jeruk dengan korban 2 siswi SMP. Selanjutnya, pelaku melakukan aksi lanjutan di Jalan Taman Aries, Kembangan pada tanggal 8 November.

BACA JUGA :  Benarkah adik walikota Banda Aceh Beking Kasus tertangkapnya Ajudan Ketua DPR Aceh di Kamar Hotel Banda Aceh

Terakhir, pelaku melakukan aksinya di Jalan Mawar, Kembangan, pada tanggal 15 November. Di situ ada 6 siswi SMP yang jadi korban.

“Untuk TKP pertama pada tanggal 5 November yang bersangkutan membeli bahan di toko ‘Alam Santosa’ kemudian diracik di gerai Ac di tempat di mana dia bekerja di tanggal 5 November. Kemudian Sore harinya dia melakukan aksinya di Jalan Raya Kebon Jeruk,” tuturnya. 

Berikutnya tersangka membeli soda api di toko ‘Bangun Jaya’. Setelah itu tersangka meraciknya di Taman Aries dengan korban seorang ibu.

“Kemudian yang terakhir, kembali dia beraksi pada tanggal 15 November membeli bahannya di toko ‘Alam Santosa’ kemudian diraciknya di warung kopi. Setelah diracik di warung kopi dia beraksinya di Jalan Mawar di sekitar wilayah hukum Polsek Kebon Jeruk,” tandasnya.(Dtc/Red)