20019 KALI DIBACA

Camat Matraman, Jakarta Timur, Bambang Eko Prabowo Terancam Dicopot dari Jabatannya

Camat Matraman, Jakarta Timur, Bambang Eko Prabowo Terancam Dicopot dari Jabatannya
example banner

Jakarta, I Realitas – Camat Matraman, Jakarta Timur, Bambang Eko Prabowo terancam dicopot dari jabatannya. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan Bambang tersandung kasus minta jatah sapi kepada para pedagang hewan kurban di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur.”Ada indikasi (pelanggaran). Pengakuan yang bersangkutan menyatakan imbauan (pemberian sapi),” kata Chaidir saat dihubungi, Senin, (5/8/2019).

Chaidir mengatakan BKD mengambil sikap untuk menyerahkan kasus ini kepada Wali Kota.Di sana Bambang akan dievaluasi terkait jabatannya di Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjab).”Kita menunggu hasil Baperjab, jika mereka sudah putus, nanti tidak lagi jadi camat,” jelas dia. Dalam pemeriksaan awal yang dilakukan BKD, kata Chaidir, Bambang mengaku telah membuat imbauan kepada para pedagang untuk turut berpartisipasi menyumbangkan kurban sapi.

Chaidir mengatakan tindakan ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai.”Ketika pejabat berwenang, pejabat wilayah enggak boleh melakukan imbauan apapun. PNS harus netral. UU ASN 5/2014 pun jelas bahwa PNS netral, tidak boleh,” kata Chaidir. Chaidir menekankan pejabat wilayah tak boleh membuat imbauan apapun baik mengikat ataupun tidak. Imbauan itu, kata Chaidir, menyerukan ajakan kepada masyarakat.

“Itu kan menginvasi, imbau artinya mengajak. Enggak boleh karena sama saja ujung-ujungnya pungli dong, gratifikasi. Tugas seorang camat jaga teritorial jaga keamanan dan kenyamanan.Bukan imbau cari dana, berikan kepada yang minta kurban,” ucap Chaidir. Sementara itu Camat Matraman Bambang Eko Prabowo saat dikonfirmasi lewat panggilan telepon belum bersedia memberikan keterangan terkait hal ini. Sebelumnya viral pedagang hewan kurban meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menindak Camat Matraman yang meminta hewan kurban sebanyak satu sapi kepada pedagang.

Salah satu pedagang, Adin menyatakan lahan yang mereka pakai untuk berjualan ialah lahan pribadi dan bukan lahan hijau.”Adapun lahan yang digunakan milik PT Kalamur Induk Plywood yang sudah berjalan 26 tahun. Saya meminta kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta tolong instruksikan ke tingkat Wali Kota Jakarta Timur untuk memberikan toleransi kepada Pedagang Hewan Qurban yang menggunakan lahan pribadi dan bukan jalur hijau,” tulis Adin dalam secarik kertas. (Cino/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS