21619 KALI DIBACA

Petani Berharap Aliran Krueng Susoh Sampai Ke Tangan-Tangan

Petani Berharap Aliran Krueng Susoh Sampai Ke Tangan-Tangan
example banner

Blangpidie|Realitas – sejumlah petani di Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berharap aliran sungai (Krueng) Susoh bisa mengalir ke hamparan sawah mereka. Pasalnya, selama musim kemarau, debit air dari Krueng Tangan-Tangan tidak mampu memasok air untuk menggarap lahan sawah petani pada Musim Tanam Gadu 1 tahun ini.

M Yakop salah satu Petani di Tangan-Tangan, Senin (15/7) mengemukakan, kalau aliran Krueng Susoh bisa tembus ke Tangan-Tangan, maka pasokan air untuk penggarapan lahan akan cukup. Apalagi debit air Krueng Susoh lumayan besar jika dibandingkan dengan Krueng Tangan-Tangan.

Untuk menggarap lahan, kata Keujrun Blang itu, pihaknya terpaksa membagi jatah air. “Pintu air terpaksa harus buka tutup. Sekali ke kanan kadang ke kiri untuk memenuhi air ke lahan petani. Meski dilakukan seperti itu, air juga belum maksimal membasahi lahan sawah yang sedang digarap,” ungkapnya.

Katanya, sementara waktu ini proses penggarapan lahan terhenti lantaran menunggu debit air dalam saluran bertambah dan mampu dialiri ke sawah. “Kalau untuk sawah yang mudah dialiri air, sudah selesai digarap. Sedangkan untuk lahan yang sulit, masih menunggu debit air bertambah,” tutur Yakop.

Bersama petani lainnya, Yakop berharap pemerintah bisa memikirkan bagaimana cara agar lahan petani di wilayah Tangan-Tangan dan sekitarnya bisa teraliri air dengan maksimal. Terutama dengan membuka jalur air dari Krueng Susoh ke Tangan-Tangan.

“Aliran Krueng Susoh tidak jauh lagi menjangkau wilayah Tangan-Tangan, karena saat ini aliran Krueng Susoh itu sudah tembus ke Kecamatan Setia yang merupakan tetangga kecamatan tempat kami tinggal,” sebutnya.

Meskipun begitu, Yakop yang sudah 35 tahun menjadi operator bajak sawah itu tetap berupaya untuk menggarap lahan petani walau harus berebutan air dengan keujrun lainnya. “Untuk membasahi lahan petani, saya terpaksa harus mencuri waktu agar air bisa mengalir kewilayah saya untuk segera di garap,” demikian tandasnya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Darwis membenarkan bahwa ada tiga ratusan lebih lahan sawah di Abdya sulit untuk dialiri air. Katanya, pemerintah sudah berwacana akan membangun irigasi sayap kanan untuk memenuhi kebutuhan lahan petani yang sulit teraliri air tersebut.

“Wacana itu sudah ada, mengenai kapan akan mulai melakukan pembangunan belum bisa kita pastikan. Bisa saja dalam waktu dekat atau pada tahun anggaran berikutnya,” ujar Darwis.

Meski ada beberapa lahan kering di Abdya, pihaknya akan berupaya mengantisipasi dengan memberikan bantuan benih khusus yang disebut ‘gogo’. “Jenis bibit tersebut akan tahan meski tanpa asupan air yang cukup,” katanya.

Disisi lain, Kabid Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Abdya, Din Armaya ST mengaku kalau debit air di Krueng Tangan-Tangan memang sudah menyusut selama musim kemarau ini. “Semoga saja nanti akan turun hujan sehingga debit air kembali bertambah untuk memenuhi kebutuhan petani,” tuturnya singkat. (Syahrizal/Nrl)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS