Pemerintah Aceh Desak Agar Stabilkan Harga TBS Sawit

oleh -41.489 views

IDUL FITRI

Aceh Utara I Realitas – Pemerintah Aceh didesak untuk segera menstabilkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang akhir-akhir ini mengalami penyusutan hingga Rp 600 per kilogram. Harga tersebut jauh dari harga normal yang berkisar Rp 1000 hingga Rp 1500 per kilogram.

Desakan ini disampaikan Korlap Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Munzir dalam aksinya yang digelar di halaman gedung DPRK kabupaten setempat, Senin (15/7) siang. Dalam aksi itu, mereka juga meminta pemerintah untuk mengevaluasi kinerja dinas pertanian dan perkebunan provinsi setempat.

BACA JUGA..  "Tak Kenal Hari Libur, Anggota Ramil 22/Lgsb Terus Percepat Pembangunan RTLH"

“Kami meminta kepada Pemerintah Aceh untuk segera mensosialisasikan standar TBS sawit kepada para pengusaha agar tidak membeli sawit di bawah harga standar yang telah ditetapkan pemerintah,” ucap Munzir.

BACA JUGA..  Arahan Kapolres Buru Saat Pimpin Apel Pagi: Tingkatkan Disiplin Dan Jadi Polri Yang Profesional

Ia meminta sosialisasi itu disampaikan melalui surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah untuk menertibkan perusahaan perkebunan sawit yang HGU-nya telah berakhir.

“Meminta kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk segera mencopot jabatan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh jika tidak mampu melindungi petani kecil dan menstabilisasi harga TBS sawit,” sebut Munzir dalam aksinya.

BACA JUGA..  Musda Granat Sumut Dihadiri DPP Secara Virtual Sastra SH MKn Terpilih Ketua DPD Granat Sumut

Seperti diketahui, akhir-akhir ini harga TBS sawit di Kabupaten Aceh Utara turun drastis. Petani tak punya pilihan selain menjual TBS kelapa sawit mereka ke tengkulak dengan harga rendah.(PNG/Nrl)