18019 KALI DIBACA

Otomis Gwijangge Mengungkapkan Jumlah Pengungsi Konflik Nduga Capai 45 Ribu Jiwa

Otomis Gwijangge Mengungkapkan Jumlah Pengungsi Konflik Nduga Capai 45 Ribu Jiwa
example banner

Nduga, I Realitas – Otomis Gwijangge mengungkapkan jumlah pengungsi konflik Nduga capai 45 ribu jiwa,warganya telah mengungsi akibat konflik yang terjadi di daerah tersebut. Jumlah tersebut mencapai setengah dari total penduduk Nduga. Penduduk yang mengungsi tersebut katanya berasal dari delapan distrik atau kecamatan, Mapenduma, Kagayam, Mugi, Mom, Yall, Jirkuri, Yigi, dan Mbua.  Rata-rata warga Nduga itu mengungsi ke Lanny Jaya, Jayawijaya, Mimika hingga ke Asmat dan Jayapura.

“Jadi, kurang lebih itu setengah dari jumlah penduduk Nduga telah mengungsi ke kabupaten sekitar atau 45 ribu lebih. Jumlah penduduk Nduga itu kurang lebih 106 ribu jiwa,” kata Otomis Gwijangge yang juga Kadis Kominfo Kabupaten Nduga seperti dikutip dari Antara, Rabu, (31/7/2019).Ia mengatakan karena pengungsian tersebut, delapan distrik tersebut kosong. Nasib pengungsi Nduga belakangan ini menjadi sorotan. Sorotan muncul setelah  Tim Solidaritas untuk Nduga mengungkap ada 139 pengungsi yang meninggal selama masa pengungsian karena sakit.

Peneliti dari Marthinus Academy yang juga  anggota Tim Solidaritas,  Hipolitus Wangge mengatakan tragedi yang menimpa warga Nduga tersebut terjadi akibat konflik berkepanjangan yang terjadi antara kelompok bersenjata dengan TNI dan Polri. “Untuk bulan ini saja sampai 16 Juli, tiga orang meninggal dunia. Sebagian meninggal dalam proses pengungsian dari Nduga ke Wamena dan ada yang meninggal di Wamena,” katanya Namun, jumlah tersebut dibantah oleh pemerintah.

Mereka melalui Kementerian Sosial menyatakan jumlah pengungsi Nduga yang meninggal berjumlah 53 orang selama periode Desember 2018 hingga Juli 2019. Mereka menyatakan pengungsi meninggal dengan berbagai sebab, seperti usia dan sakit. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan mereka yang meninggal, 23 di antaranya anak-anak. “Data pemkab dan Kemenkes itu sudah divalidasi, 53 orang meninggal diantaranya 23 anak-anak tapi karena sakit, usia dan berbagai faktor lainnya.Tidak benar berita lebih dari 130 orang meninggal dalam pengungsian,” kata Harry. (Cino/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS