122819 KALI DIBACA

Mantan Kepala Desa (SL) Berutallasa Mengembalikan Uang Hasil Korupsi, Inspektorat Gowa Menghentikan Proses Hukum

Mantan Kepala Desa (SL) Berutallasa Mengembalikan Uang Hasil Korupsi, Inspektorat Gowa Menghentikan Proses Hukum
example banner

Sulawesi Selatan I Realitas – Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan aliansi mahasiswa anti korupsi (AMAK) kabupaten gowa siang tadi mendatangi kantor inspektorat Kab Gowa Senin (29/7/19).

Dalam aksinya mereka menuntut agar kasus korupsi (ADD) Anggaran Dana Desa dan (DD) Dana Desa, yang dilakukan mantan kepala desa Berutallasa, Kec Biringbulu Kab Gowa harus dituntaskan.

Dalam orasinya dia mengungkapkan, kami akan tetap mengawal kasus ini sampai selesai. Kedatangan kami di sini adalah bukti

kepedulian kami terhadap Kab Gowa dalam menuntaskan tindak pidana korupsi dalam lingkup Kab Gowa

Sekretaris inspektorat Mahmuddin yang menemui massa aksi menjelaskan bahwa pihaknya telah melalukan pemeriksaan atas laporan penggunaan ADD dan DD desa Berutallasa tahun 2015, 2016 dan 2017 dan telah mendapatkan kerugian negara sebesar 215jt.

Dan mantan kepala desa (SL) itu sudah mengembalikan kerugian tersebut. Sehingga perkara tindak pidana korupsinya sudah dihentikan.

Mendengar penjelasan tersebut, massa aksipun berteriak “uhhh bajiki antu korupsi ka punna ka issengang ki ni poteran mi saja (uhhh, bagus jadi kepala desa karna seenak-enak nya mau korupsi kalau ketahuan pengembalian saja persoalan selesai).

Hendrawan selaku jendral lapangan mengatakan bahwa kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan kepala desa (SL) Berutallasa sudah satu tahun lebih kami laporkan kepada inspektorat pada saat itu dia masih manjabat kepala desa.

Namun, sangat disayangkan pihak inspektorat seolah-olah tutup mata atas tindakan tersebut.

Lanjut, hukum di indonesia bener bener tajam ke bawah tumpul ke atas, salah satu bukti mantan kepala desa Berutallasa bener bener korupsi, karna (LS) mengembalikan uang hasil korupsinya proses hukum di hentikan oleh lnspektorat.

Tambah Hendrawan, kalau rakyat kecil atau jelata, mencuri kayu aja di proses secara hakum tidak ada ampun, walaupun barang tersebut sudah di kembalikan. “Di mana letak hukum keadilan yang ada di negri yang makmur ini”?

Klu begitu mendinggan mencuri aja, klu ketahun kita kembalikan barangnya, kalau tidak ketahuan kita embat aja, beres donk tidak ada urusan lagi.” kata Hendrawan. (LN/RED)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS