Lhokseumawe | Realitas – Hafizah asal Gampong Ujong Blang, Cut Winda Sari (18), yang sebelumnya diberitakan terpaksa tidak dapat melanjutkan kuliah di IAIN Lhokseumawe karena tidak ada biaya, hari ini Selasa (5/03/2019) dikunjungi oleh Tim Aceh Quick Respon yang diwakili oleh Muhammad Abu Bakar, Ketua Umum Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) Nanda Indah Sari serta didampingi oleh Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Lhokseumawe sdr. Muhammad Ardani dan Fani Saputra.
Kedatangan ini dimaksudkan untuk memverifikasi serta membantu agar sang Hafizah tidak terhenti pendidikan yamg sedang dijalani.
T. M Murdhani (48) Ayah kandung Cut Winda Sari sehari-hari berprofesi sebagai Nelayan yang memiliki sebuah boat kecil, dan Mulyani (45) ibu hanya sebagai ibu rumah tangga.
Anak ke 2 dari 3 bersaudara ini sudah mampu menghafal 20 juz Alquran.
Ia juga pernah menjuarai sejumlah lomba MTQ baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi.
Abang kandung T M Riyandi (20) juga berprofesi sebagai Nelayan dan adik kandung T M Fajar (11) saat ini duduk di bangku kelas 5 MIN Banda Masen.
Cut Winda Sari sendiri adalah Mahasiswi di IAIN Lhokseumawe yang baru melewati ujian semester 1, dan untuk melanjutkan semester 2 membutuhkan biaya semesteran sebesar Rp. 1.150.000.
Sebelumnya Cut Winda Sari pada saat duduk di kelas 2 MAN Lhokseumawe sampai dengan kelas 3 juga pernah mendapat beasiswa dari Baitul Mal Aceh sejumlah Rp. 16.000.000/tahun.
Nanda Indah Sari selaku Ketum KSDA menyampaikan bahwa telah melakukan komunikasi via whatsapp dengan Akmal Hanif, Lc yang saat ini berada di Arab Saudi mendampingi jamaah umrah, dimana Akmal Hanif berkeinginan membantu penuh agar Cut Winda Sari tidak terhenti kuliahnya dan tetap dapat melanjutkan studi di IAIN Lhokseumawe dan bahkan jika Cut Winda Sari meyetujui, bisa belajar di Ma’had Tahfiz Enterpreuner Raudhatul Qur’an pimpinan Akmal Hanif, Lc, dimana Akmal Hanif, Lc sendiri telah menjalankan misi “1 gampong 1 tahfiz”.
Hal senada juga disampaikan oleh Tim Aceh Quick Respon sdr. Muhammad Abu Bakar dimana juga siap membantu penuh agar Cut Winda Sari tidak terhenti perkuliahannya kembali melalui Baitul Mal Aceh yang bersedia medukung penuh.
Saat ini Cut Winda Sari juga sedang dijembatani oleh Dayah Modern Ihyaausunnah Kota Lhokseumawe melalui Bapak Farhan Ketua LAZISMU (Lembaga Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah) agar mendapat fasilitas beasiswa, hal ini telah dikomunikasikan kepada Bapak Syukran yang menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah.
Terhentinya perkuliahan Cut Winda Sari dikarenakan mengalami sakit Types, Lambung, DBD selama semingguan, dimana ybs juga tidak memberikan kabar ke pihak IAIN Lhokseumawe sehingga Ybs tidak bisa mengikuti tes beasiswa BIDIK MISI dikarenakan deadline waktu tes tersebut.
Dr. Zulfikar Ali Butho yang juga sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Lhokseumawe menyampaikan sedang berupaya agar Cut Winda Sari dapat diberikan kesempatan agar bisa mendapatkan Beasiswa Hafiz/Hafizah IAIN Lhokseumawe sebesar 8.000.000/tahun tutupnya Farhan. (H A Muthallib)



