Sabang | Realitas – Ketua Umum Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) Teuku Indra Yoesdiansyah merasa sangat terinspirasi karena “mimpi” saya selaku putra daerah Sabang mewujudkan Kawasan Sabang sebagai Lokomotif Ekonomi Aceh mendapat “angin segar” setelah pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan materi pada seminar Pengembangan Kawasan Sabang, yang dipusatkan di Aula Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Selasa (26/2/2019).
Acara Seminar seperti ini merupakan sesuatu yang sangat ditunggu oleh LASKAR, dan tentunya akan memberi dukungan penuh terhadap upaya pembangunan ekonomi melalui BPKS di Sabang, dan diharapkan nantinya Aceh dapat menjadi penyokong untuk Indonesia Hebat.
Menurut T. Indra Yoesdiansyah dalam acara seminar tersebut, Plt.Gubernur Aceh (Nova) selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS) berkomitmen kuat untuk mendukung BPKS sebagai lembaga yang diberi amanat dengan adanya Undang-undang 37 Tahun 2000, Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA) serta adanya Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2010, dikatakan olehnya, “Dengan payung hukum yang telah ada saat ini, BPKS harus terus dijalankan, dan mulai saat ini kita akan segera mengidentifikasi apa saja qanun, Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri yang paling signifikan dan prioritas yang harus dirumuskan untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan BPKS,” sambung Plt Gubernur.
Dan beliau juga mengatakan bahwasanya, “Pembangunan dan pengembangan sebuah kawasan pengusahaan hanya dapat dilakukan secara bersama-sama.
Tidak ada Superman yang bisa membangun Sabang seorang diri.
Membangun Sabang harus dilakukan dengan kolaborasi dan sinergisitas semua pemangku kebijakan terkait dan mendapatkan dukungan masyarakat,” ujar Nova.
“Saya akan mendukung sebesar-besarnya BPKS, waktu kita tidak banyak jangan lagi bekerja sia-sia, untuk itu saya himbau agar BPKS terus berkreasi dan berinovasi karena Sabang tidak bisa dikelola secara biasa, sudah saatnya BPKS membuka dan menjalin kerjasama dengan lembaga, institusi bahkan negara-negara maju seperti Singapura,” imbuh Nova.
Dalam kesempatan tersebut, Nova juga menyinggung minimnya dana yang dikelola oleh BPKS.
“Menggerakan BPKS dengan anggaran Rp 220 miliar itu jauh dari cukup, kedepannya Pemerintah Aceh, Ketua DKS bersama anggota DKS akan mengupayakan anggaran di tahun 2020, juga melihat peraturan perundang-undangan yang masih belum ada melihat dan melengkapi man power yang masih belum ada, oleh karena itu, semua pihak harus berlapang dada jika harus ada penambahan kekuatan di BPKS terkait ahli pariwisata, ahli pelabuhan bahkan ahli IT,” cetusnya.
Dalam materi terakhir seminar tersebut disampaikan ada 8 Harapan kepada BPKS untuk dilaksanakan, antara lain :
1.Tindak Lanjut Hasil Sail Sabang 2017 yang telah mencanangkan Teluk Sabang sebagai pintu gerbang destinasi wisata internasional “ Sabang Internasional Marine Tourist Hub Port”.
2.Melakukan kordinasi dan sinergisitas program percepatan pengembangan kawasan Sabang bersama SKPA terkait, Pemerintah Kota Sabang dan Pemerintah Aceh Besar.
3.Mendorong berbagai pemikiran dan kebijakan agar Pelabuhan Sabang dapat hidup aktif dengan aktivitas dan industri jasa kepelabuhan.
4.Mencari Operator Pelabuhan yang representatif yang mampu mengoperasionalkan pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan hubungan internasional lengkap dengan Cruise Terminal maupun Multipurpose lainnya.
5.Mendorong pemerintah menjadikan teluk Sabang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
6.Segera tindaklanjuti temuan BPK khususnya mengenai optimalisasi pendapatan BPKS melalui BLU dengan segera rampungkan Rencana Bisnis Strategis BPKS.
7.Sinkronisasi perencanaan kawasan Sabang dengan Rencana Kerja Aceh dan Rencana Kerja Pemerintah dan hubungan kawasan Sabang dengan kawasan strategis di Aceh (KEK Lhokseumawe dan KIA Ladong).
8.IMT-GT : Gali potensi hubungan Kawasan Sabang dengan Kawasan Regional Shapula (Sabang-Phuket-Langkawi) dan pengembangan koneksitas dengan kepulauan Andaman Nikobar.
Dan di sela-sela penyampaian materi seminar, beliau sempat mengibaratkan, “Sabang itu adalah sebagai kepingan surga yang jatuh ke bumi, kita semua memiliki tugas berat untuk membangun kepingan surga ini agar dapat berimbas positif bagi kehidupan masyarakat”, dan Nova juga berpesan agar BPKS selalu memperkuat research and development untuk menyamakan persepsi dan mengetahui sektor-sektor unggulan yang harus dipacu pembangunan dan pengembangannya.
Di akhir penyampaian beliau katakan, “Saya meyakini berbagai langkah dan aksi yang dilakukan untuk Percepatan Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Sabang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku akan mampu mewujudkan Kawasan Sabang sebagai lokomotif ekonomi di Provinsi Aceh,” lanjutnya.
Sebelum acara ditutup, ada diberi kesempatan sesi tanya jawab kepada peserta yang hadir, diantaranya terkait ketersediaan air bersih di Sabang, dan beliau langsung minta dikonkritkan serta di carikan solusinya, karena semua program pengembangan tidak akan berjalan jika kebutuhan air baku yang standar belum tersedia, dan sudah selayaknya ada sebuah bendungan yang representatif di kawasan Sabang.
Saran dari Ketua LASKAR untuk Kepala BPKS agar mendukung apa yang disampaikan Plt.Gubernur Aceh dan segera lakukan perbaikan Manajemen Internal dengan cara yang lebih profesional, apabila diperlukan lakukan fit and proper test pada setiap jabatan strategis di BPKS, dan jangan ada jabatan yang diperoleh karena tekanan politis, tapi harus betul-betul orang yang memiliki kemampuan dan mohon diutamakan putra putri terbaik Sabang.
Dan juga Ketua LASKAR mengharapkan, acara seperti ini diadakan minimal 3 bulan sekali dengan melibatkan lebih banyak lagi pemangku kepentingan (stakeholder), dan juga tentunya dengan ketersedian waktu yang lebih baik lagi. (Iqbal)


