50819 KALI DIBACA

53 Ribu KTP Invalid Milik Warga Abdya Dimusnahkan

53 Ribu KTP Invalid Milik Warga Abdya Dimusnahkan
Foto: Realitas/Syahrizal Pemkab Abdya bersama instasi vertikal lainnya melakukan pemusnahan KTP invalid dengan cara dibakar dalam kardus yang berlansung di halaman Disdukcapil setempat, Jumat (21/12/2018).
example banner

Blangpidie | Realitas – Sebanyak 53.413 keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) invalid (rusak) milik warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dimusnahkan dengan cara dibakar dalam kardus yang sudah tersiram bensin.

Pembakaran ini dilakukan untuk menghindari kartu identitas yang sudah invalid tercecer menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

Puluhan ribu keping KTP yang terkumpul sejak tahun 2011 sampai tahun 2018 itu merupakan hasil sitaan karena rusak, perubahan elemen data serta invalid lainnya karena sebab tertentu.

Sehingga, Pemkab Abdya diwakili Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Amrizal SSos, Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK, Kasdim 0110/Abdya Mayor Inf Sutaryo, mewakili Kejari Abdya, Wendi SH dan para instansi terkait lainnya melakukan pemusnahan di halaman perkarangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Abdya, Jumat (21/12/2018) pagi.

“Seyogyanya, puluhan ribu keping KTP invalid ini sudah dimusnahkan kemaren. Berhubung ada halangan, baru hari ini (Jumat) bisa kita lakukan pemusnahan,” kata Kepala Disdukcapil Abdya, Rajul Asmar SE didampingi Sekretaris Disdukcapil ZA Zufri SH MM.

Rajul menjelaskan, kartu identitas ini terdiri dari KTP dan e-KTP. Dari jumlah tersebut, merupakan kartu identitas yang dikumpulkan sejak tahun 2011 lalu.

“Jumlahnya 53.413 keping KTP dan e-KTP termasuk KTP merah putih semasa konflik di Aceh dulu, Kartu identitas ini dibakar agar tidak tercecer dan digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.

Kartu identitas invalid ini karena ada perubahan data.

Misalnya yang pada waktu itu belum menikah saat ini sudah atau yang sebelumnya PNS saat ini sudah pensiun.

Sehingga perlu identitas baru dan kartu identitas lama diserahkan kepada kantor Dindukcapil.

“Ada data kependudukan yang berubah jadi orang tersebut harus mengganti KTP-nya, dan KTP lama disita oleh Dindukcapil,” terangnya.

Rajul menuturkan, sebenarnya kartu kependudukan invalid tersebut sudah digunting di bagian pojok kartu.

Tujuannya agar tidak bisa lagi digunakan oleh siapapun, meski pada waktunya seperti hari ini akan dimusnahkan.

“Setalah ini kalau ada orang melakukan perubahan data berarti yang lama langsung kami bakar, sehingga tidak dibuang disembarang tempat,” ujarnya.

Terakhir Rajul mengemukakan kalau pada waktu itu belum ada instruksi untuk memusnahkannya.

Namun, setelah ada kasus banyak KTP tercecer di daerah lain maka mulai muncul instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui Dirjen Disdukcapil untuk memusnahkannya.

“Instruksi tersebut dikeluarkan melalui surat edaran yang terbit pada 11 Desember 2018, daerah lain sudah lebih dulu melakukan pemusnahan, namun kita baru bisa melakukannya pada hari ini,” demikian terangnya. (Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS