27219 KALI DIBACA

Zunaidi Juru Parkir Yang Keinginan Memiliki Kios

Zunaidi Juru Parkir Yang Keinginan Memiliki Kios
example banner

Langsa I Realitas – Zunaidi (23) Pemuda asal kota Langsa gigih tak pernah mengeluh menjaga puluhan sepeda motor dan mobil seraya miliknya, itulah juru parkir kerap disapa Zul membuat terhenyak penikmat coffee di Jalan A. Yani , Gempur Kupi, Kota Langsa, Minggu (21/10/2018).

Ia memiliki impian menjadi wiraswasta, nol modal, nol koneksi apalagi keterampilan.

Pendapatannya membiayai keluarga dan disisihkan membuka kios (Dagang) saat diwawancara Media Realitas.

Saya berasal dari keluarga tidak mampu di Desa Paya Bujuk Tunong, Langsa Barat, Kota Langsa.

Ayah saya Juru Parkir, tidak berpendidikan, tidak punya keterampilan, tidak memiliki jaringan hanya mengandalkan peluit dan suruhan orang.

Saya memahami orangtua saya pas-pasan.

Itu semua karena tidak memiliki skill dan keilmuan, mohon maaf.

Hal tersebut menguatkan tekad anak pertama dari dua bersaudara ini.

Saya harus berkerja, tidak boleh lelah mesisihkan pendapatanya.

Namun, mesti menahan apa adanya, apa sanggup? Wah, omong kosong bila masih ada zaman now, tapi kenyataanya memang nyata.

Menjadi anak pasangan Hamdani dan Sumini ini, hanya mampu tamatan SMP dan mencari penghasilan dengan berkerja apa saja.

Ketika melanjutkan sekolah ke SMA, Ia tidak mampu karena orang tua sakit parah harus berada di Rumah Sakit, sebab waktu melanjutkan pendidikan tidak ada yang mencari uang maka tidak melanjutkan.

“Ikut membantu berjualan molen (pisang goreng) hingga bisa membiaya keluarga dan membiaya dan membantu pengobatan,” ujarnya.

Awalnya, Zul bekerja ikut membantu menemani orang tua menjaga parkiran dan akhirnya menjadi beneran, dari pada menganggur saat disampaikan kepada Realitas.

Apalagi memasuki musim hujan, tetap semagat mengatur barisan mobil dan sepeda motor saat ini masih dalam suasana membasahi tubuh dirinya, bersama peluit gerakan tangan memberikan aba-aba.

Ia tampak sorotan mata menujukan keinginan kuat untuk merobah nasib terpancar dalam pandangan wajahnya, sorotan mata tertuju di sudut itu.

“Kios terkuat kata-kata itu dari bibir polos, ternyata keinginan menjadi pedagang milik sendiri ,” kata Zul.

Uang yang selama ini disisikan dari pendapatan yang diperoleh dari hasil parkir bekisar 20.000 hingga sampai 50.000 ribu per hari dan peluang inilah untuk menjadi modal mencapai impian membuka usaha sendiri.

“Saya mendapat perhari sebesar 20.000 ribu Rupiah hingga 50.000 ribu rupiah setiap harinya, ia sisikan untuk ditabung membuka usaha baru.” Ucap Zul.

Meski menjadi juru pakir di depan Cafe Geumpur Kupi yang di jalani selama empat bulan ini, Alhamdulillah bersyukur dapat membantu adiknya dan menambah biaya kekurangan keluarga.

”Bersyukur sejak bekerja jadi juru parkir di tempat ini, Alhamdulillah pemilik cafe mempercayakanya” Ujarnya.

Menjadi juru pakir hanya modal sabar dan ramah bahkan harus memahami kondisi para parkir dengan melihat raut wajahnya.

“Kadang kita dikasari dan di omelin hal ini saya tanggapi dengan senyuman bahkan tidak membayar, itu hal yang biasa dan kadang ada yang lebih, semua itu ikhlas aja,” kata Zul.

Suatu saat nantinya, Ia pun tidak ingin berlama di dunia juru parkir, keinginan mulai dari sekarang menabung untuk membuka usaha baru tapi tidak sekarang.

Melihat semagat jiwanya yang kuat dan sabar, mungkinkah sosok pemuda ini mampu mewujudkan impianya, semoga masih ada dermawan yang peduli terhadap impian Zunaidi. ( H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS