55219 KALI DIBACA

Proyek DOKA Di Agara Miliyaran Rupiah Diduga Syarat Masalah

Proyek DOKA Di Agara Miliyaran Rupiah Diduga Syarat Masalah
example banner

Kutacane | Realitas – Proyek pengendalian banjir Sungai Lawe Bulan yang terletak di Desa Titi Panjang Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara diduga syarat masalah, proyek tersebut bersumber anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 Nomor Kontrak Ku.602-AKPA-SEK/1717/2018.

Nilai Kontrak Rp 1.195.655.000 pelaksana Cv Datuk Raja Mat Dewa, Pengawas Cv Kumala Sari Otsus 2018.

Berdasarkan pantauan langsung media realitas pada Senin (22/10/2018) dilokasi proyek, bahwa sangat jelas pengerjaan proyek itu pemasangan batu yang dipasang oleh tukang langsung menyiramkan semen terhadap batu yang sudah disusun, seharusnya, pemasangan batu itu seperti pemasangan batu bata yang tersambung rapi, seharusnya sebelum batu disapang terlebih dahulu dimasukkan adukan semen, baru batu disusun satu persatu untuk dipasang,

Selain itu, terlihat dilokasi adukan antara semen dengan pasir diduga tidak sesuai dengan speks, sehingga ketika dipijak sedikit, maka batu yang dipasang akan berjatuhan.

Sementara itu salah seorang ahli pembangunan di Agara yang enggan disebut namanya kepada media terkait hal itu mengatakan, bahwa seharusnya kalau proyek itu adalah pasangan batu maka dalam pelaksanaan pekerjaannya pasangan batu terlebih dahulu menggunakan coran semen dengan pasir, lalu batu dipasanga satu persatu disusun rapi antara batu satu dengan batu yang lain harus memiliki jarak yang diisi dengan aduan semen berfungsi sebagai pengikat batu dengan batu yang lain.

Sehingga tidak boleh dilakukan dengan menyusun batu tanpa ada adukan coran semen karena sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan, apabila terjadi benturan maupun gesekan maka berpotensi bisa menimbulkan keretakan bangunan ketika pemasangan batu tidak didikat dengan coran semen sesuai spek jelasnya.

Jufri pengawas lapangan dari perusahaan kepada Media Realitas menjaleaskan bahwa panjang proyek ini sekitar 400 meter kemudian ketebalan pondasi 80 cm, serta ketinggian pasangan batu 250 cm singkatnya.

Hal yang senada di sebutkan ketua lembaga swadaya masyarakat Solidaritas Rakyat Demokrasi Keadilan (SRDK) Kabupaten Aceh Tenggara Kasirin Sekedang kepada Media Realitas pada Senin (22/10/2918) mengatakan, kita minta kepada pihak Konsultan pengawas teknis untuk dapat mengevaluasi pekerjaan dilapangan, karena apabila tidak sesuai spek pekerjaan itu maka akan dapat mempengaruhi kualitas maupun mutu pekerjaan dan daya tahan pekerjaan ini harus sesuai standar.

Karena pada sisi lain jika pekerjaan ini tidak sesuai dengan spek maka akan berpotensi akan bisa menimbulkan kerugian Negara, karena pekerjaan dikerjakan tidak sesuai RAB tegasnya.

Ditempat terpisah Sunarko Kepala Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) Wilayah Aceh Tenggara-Gayo Lues ketika dihubunggi media realitas via Hp tidak menjawab.(sumardi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS