163219 KALI DIBACA

Diduga Dibangun Asal Jadi, Proyek Waduk Seuneubok Praden Terbengkalai

Diduga Dibangun Asal Jadi, Proyek Waduk Seuneubok Praden Terbengkalai
Tokoh masyarakat desa Senebok praden Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen M. Yusuf Ibrahim.
example banner

Bireun I Realitas – Diduga Dibangun Asal Jadi, Proyek Waduk Seuneubok Praden Kecamatan Juli Provinsi Aceh Terbengkalai, Ujar tokoh Masyarakat M.Yusuf Ibrahim Kepada Media ini.

Puluhan miliar rupiah anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat, untuk pembangunan waduk di Desa Seuneubok Praden, Kecamatan Juli dituding tidak memberi manfaat, malah mega proyek itu dikabarkan sempat terbengkalai dan kini baru dikerjakan kembali.

Sejumlah warga yang ditemui Media Realitas, Senin (17/9/2018) menuding pihak rekanan tidak mengerjakan proyek itu sesuai spesifikasi teknis,sehingga, miliaran anggaran publik sia-sia dan diduga jadi ladang korupsi.

Mereka juga menuduh, pekerjaan itu hanya akal-akalan, untuk merampok uang rakyat berkedok proyek siluman.

Meski saat ini, sedang dikerjakan lagi dari sumber alokasi dana yang berbeda dari sebelumnya.

“Kami tidak tahu perusahaannya tetapi kontraktor proyek ini kabarnya Toke Mukhlis adik bupati,” ungkap warga yang tak mau ditulis nama.

Menurut mereka, sejak dulu sampai kini di lokasi proyek yang disebut-sebut bernilai Rp 9 miliar, tidak pernah ada papan nama proyek,sehingga warga tak tahu siapa pelaksana proyek waduk itu.

“Pekerjaan fisik yang kini sedang berjalan merupakan tahap ke tiga,karena sudah dua kali kerja dan berhenti, sekarang mulai dikerjakan lagi,meski menguras anggaran cukup besar, tetapi petani tetap harus membuat sumur sendiri, agar dapat memenuhi kebutuhan air untuk tanaman mereka,”ungkap salah seorang warga Seuneubok Praden.

“Ji kroek waduk ditimboen paya lagee galak droe jih, tan manfaat bagi masyarakat (dikeruk waduk ditimbun rawa sesuka hati, tanpa memberi manfaat bagi masyarakat-red),” tambahnya.

“kami kecewa sewaktu di kerjakan oleh Mukhlis, Dirut PT. Takaneya Perkasa Grub,karena proyek ini memakan dana yang luar biasa besar, tapi tidak ada manfaat bagi petani,Pekerjaan itu hampir setiap tahun dilaksanakan tapi seperti itu lah kondisinya,” ungkap Sekretaris Desa Hamdadi 46 tahun Seuneubok Peraden Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen yang menjabat sejak 2009 ,kepada media ini,”.

Hingga berita ini diturunkan Dirut PT. Takaneya Perkasa Grub belum bisa dikonfirmasi.(M.Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS