31619 KALI DIBACA

Bus Maut Cikidang Sukabumi Ternyata Tidak Uji KIR 2 Tahun

Bus Maut Cikidang Sukabumi Ternyata Tidak Uji KIR 2 Tahun
example banner

Sukabumi | Realitas – Polisi tengah mendalami insiden bus maut di jalan alternatif Cikidang-Palabuhanratu yang menewaskan 21 orang penumpang.

Polisi menemukan bukti baru, salah satunya kaleng Uji KIR yang terlewat dua tahun.

Seperti diketahui, 38 orang penumpang dari PT Catur Putra Grup (CPG) berangkat dari Bogor menuju lokasi arung jeram di Cikidang menggunakan bus Jakarta Wisata Transport bernomor polisi B 7025 SGA.

Saat melintasi di tikungan tajam dan menurun berbentuk S, bus kehilangan kendali lalu terperosok ke dalam jurang sedalam 30 meter. Polisi bergerak cepat melakukan pemeriksaan badan bus, petugas menemukan kaleng KIR yang sudah kadaluarsa.

“Anggota kita menemukan kaleng uji KIR tahun 2016, artinya KIR dalam kondisi mati selama 2 tahun, artinya perusahaan tidak melakukan uji kelayakan kendaraannya,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, kepada detikcom Minggu (9/9/2018).

Nasriadi geram karena perusahaan tetap menggunakan armada tersebut dan mengabaikan keselamatan penumpangnya.

“Tidak uji kelayakan artinya kondisi kendaraan itu saat membawa penumpang dalam kondisi tidak layak” lanjut dia.

Dugaan rem blong kian menguat. Saksi mata salah seorang penumpang Pendi (36) menyebut bus sempat melesat tanpa rem hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang.

“Posisi saya di barisan bangku keempat dari depan, saya merasakan bagaimana saat bus melesat terbang sampai akhirnya terperosok ke dalam jurang,” ungkapnya.

Pendi mengetahui jelas supir bus beberapa kali menginjak rem namun tidak berfungsi dengan baik, penumpang bus berisi 38 orang berteriak panik.

Tangan pendi berpegangan ke tiang besi.

“Beberapa saat sebelum masuk jurang bus mulai terasa oleng, semua penumpang berteriak.

Sampai akhirnya bus seperti melayang lalu menghantam tanah,” tutur Pendi kepada detikcom, Sabtu (8/9/2018) malam. (dc/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS