31819 KALI DIBACA

Ditangkap, Ini Para Koruptor Di Sulawesi Selatan Yang Sempat Kabur

Ditangkap, Ini Para Koruptor Di Sulawesi Selatan Yang Sempat Kabur
Foto: Taufhan ditangkap kejaksaan (ist)
example banner

Makassar | Realitas – Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa buronan kasus korupsi dari Sulawesi Selatan ditangkap oleh penegak hukum. Para buronon ini ada yang bersembunyi di hotel dan rumah mewah.

Pada bulan Maret 2018, Kejati Sulsel-Bar menangkap terpidana kredit fiktif Rp 41 miliar, M Tahir Karim.

Tahir dieksekusi di sebuah rumah di Kecamatan Panakukang, Makassar.

Tahir merekayasa proyek fiktif di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dengan modus mengambil pinjaman uang kredit di Bank BPD Sulsel tahun 2006/2007.

Pada tahun 2009, Tahir telah dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan pada 2010 saat hendak dieksekusi, Tahir kabur dan baru tertangkap 8 tahun kemudian.

Selan berapa lama, koruptor proyek rumah miskin, Philips Tangdilintin ditangkap di rumah elitenya di Makassar.

Kasus Philips bermula saat digelar proyek rumah untuk orang miskin oleh Kementerian Perumahan Rakyat pada 2012 lalu.

Philips pun mengajukan tender di proyek di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan berbendera perusahaan PT Citra Djadi Nusantara.

Sayangnya, dari 50 unit yang direncanakan, hanya dibangun 3 unit hingga Desember 2012.

Pada 7 Januari 2016, Pengadilan Tipikor Kupang menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepada Philips. Selain itu,

Philips juga didenda Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Adapun uang pengganti yang harus dibayarkan sebesar Rp 659 juta. Saat akan dieksekusi, Philips tidak ada di rumah.

Philips baru ditangkap pada 22 Maret 2018 di Costa Blanka, Tanjung Merdeka, Makassar.

Yang terakhir adalah penangkapan Taufhan Ansar Nur.

Dia ditangkap di hotel mewah di bilangan segi tiga emas Jakarta usai berbuka puasa.

Koruptor proyek Pasar Pa’Baeng-baeng ini merugikan kuangan daerah sebesar Rp 12,5 miliar.

Intel kejaksaan mengamankan DPO Taufhan Ansar Nur pada Jumat (18/5) pukul 18.35 WIB di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, seusai buka bersama. Taufhan langsung dijebloskan ke penjara.

Sementara itu, Kasipenkum Kejati Sulsel Salahuddin mengatakan masih ada beberapa buronan kejaksaan Sulsel yang saat ini masih dalam tahap pengejaran.

“Sebelumnya ada juga kasus koperasi. Nanti saya cek dulu (semua data),” kata Salahuddin saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (23/5/2018). (dc/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS