Jakarta | REALITAS — Dirjen Pemasyarakatan Mashudi memastikan proses penanganan darurat di sejumlah Lapas, Rutan, Bapas, dan LPKA yang terdampak banjir di wilayah Sumatera berlangsung cepat dan sesuai prosedur. Hal ini disampaikan langsung saat ia meninjau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Aceh pada Sabtu (6/12).
Mashudi menegaskan bahwa pemulihan layanan dan mitigasi lanjutan menjadi prioritas, terutama untuk menjaga keselamatan petugas dan warga binaan. “Kami ingin memastikan seluruh operasi tetap berjalan optimal di tengah situasi darurat,” ujarnya.
Banjir besar melanda sejumlah wilayah Aceh dan berdampak pada tujuh lapas dan rutan, yaitu:
Lapas Perempuan Sigli
Lapas Lhokseumawe
Lapas Lhoksukon
Lapas Langsa
Lapas Narkotika Langsa
Lapas Kuala Simpang
Lapas Singkil
Sementara beberapa lapas lainnya—seperti Lapas Idi, Bener Meriah, Takengon, Blangkejeren, dan Kutacane—masih sulit diakses karena jembatan putus dan jalan rusak, sehingga hanya bisa ditembus dari arah Medan.
Lapas Kuala Simpang menjadi salah satu yang paling parah terdampak. Lumpur dan air banjir masih menggenangi area kantor, membuat aktivitas perkantoran lumpuh total.(Agustinus)




