Polres Aceh Singkil, Tetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Anak Bawah Umur

oleh -181.759 views
Polres Aceh Singkil, Tetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Anak Bawah Umur
Kapolres Aceh Singkil AKBP Suprihatiyanto. (Foto Ist)

Aceh Singkil | MEDIAREALITAS – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil, menetapkan dugaan tersangka kasus penganiayaan anak di bawah umur, inisial SA, 12 tahun yang terjadi di Pondok Pesantren Darul Mutaallimin, Jumat 12 Januari 2024 lalu.

Penetapan tersangka, ditujukan kepada inisial HP, 16 tahun juga merupakan anak di bawah umur kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Suprihatiyanto melalui Kasi Humas Polres Aceh Singkil, Iptu Eska Agustinus Simangunsong kepada awak media, Selasa 23 Januari 2024.

Iptu Eska menjelaskan, kejadian bermula, saat HP bertemu korban SA di luar pondok pesantren. Lalu, HP menuduh jika korban SA, telah mengambil telepon seluler miliknya.

“Singkat cerita, anak berhadapan dengan hukum, yakni HP membawa korban, ke sungai di Desa Tanah Merah, berdekatan dengan pondok pesantren”

“Kemudian, ia mengancam akan menenggelamkan korban, namun peristiwa tersebut, diurungkan dan keduanya kembali ke pondok pesantren,” jelas Kasi Humas.

Eska menambahkan, bahwa HP, selanjutnya mendatangi kamar korban, untuk mengikat tangan SA dengan tali pinggang, serta mengancam, agar korban menuruti perintah HP. Tidak berselang lama, HP pun, melepaskan korban dan kembali ke kamarnya.

Setelah itu, sambung Eska, malam harinya, anak berhadapan dengan hukum yakni HP, kembali mendatangi bilik kamar korban, saat korban sudah tertidur. “Setelah berhasil masuk, HP langsung menutup pintu kamar dan melakukan penganiayaan terhadap korban, dengan cara memukul wajah SA, menggunakan tangan”

Atas dugaan perbuatan tersebut, saat ini, tegas Iptu Eska, HP telah ditahan dan ditetapkan, sebagai terduga tersangka, setelah semua bukti mengarah atas keterlibatannya dalam penganiayaan tersebut.

Eska berharap, kejadian ini, dapat menjadi pembelajaran semua pihak, agar ke depan lebih ketat mengawasi, menjaga sikap, serta membimbing anak-anak.

“Hal ini juga membutuhkan kerja sama para orang tua, untuk mencegah terjadinya hal- hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya. 

Editor: Rahmad