Ribuan Jenis Ikan di Sungai Raya Aceh Timur Mendadak Mati

oleh -408.759 views
Ribuan Jenis Ikan di Sungai Raya Aceh Timur Mendadak Mati

“Kami mendapat laporan dari aparat desa bahwa berbagai jenis ikan mati mendadak di sepanjang aliran sungai di desa setempat. Bahkan, airnya sekarang juga bau dan berminyak”

Aceh Timur | Realitas – Ribuan jenis ikan mendadak mati karena diduga air di sepanjang aliran sungai di Desa Gajah Mentah, Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur tercemar.

“Kami mendapat laporan dari aparat desa bahwa berbagai jenis ikan mati mendadak di sepanjang aliran sungai di desa setempat. Bahkan, airnya sekarang juga bau dan berminyak,” kata Rita Hanum, Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Kecamatan Sungai Raya. , di Aceh Timur, Rabu (10/5/2023).

Selama ini, kata dia, air sungai menjadi sumber kebutuhan masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai air bersih, baik untuk mandi, cuci, dan kakus. Namun, beberapa hari terakhir masyarakat menolak menggunakan air tersebut karena tercemar.

BACA JUGA :  FH Unsam dan Mahkamah Syar’iyah Langsa Teken MoA, Perkuat Kompetensi Mahasiswa Melalui Kajian Penalaran Hukum

“Tidak ada sumber air lain di pedalaman dan pegunungan, hanya air dari anak sungai yang menjadi andalan masyarakat. Di saat pencemaran seperti ini, masyarakat harus menghadapi krisis air,” ujarnya.

Sebagai solusinya, warga harus turun lebih dari lima kilometer ke arah utara untuk mencari sumber air bersih dari sumur warga di desa tetangga, kata Rita Hanum.

Camat Sungai Raya Muhammad Ridha mengatakan, ada laporan bahwa air sungai di desa itu tercemar. Namun, ia belum mendapatkan informasi detail penyebab sungai tercemar hingga ikan-ikan mati dan air sungai menjadi bau dan berminyak.

BACA JUGA :  Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Lambaro - Batas Sigli Rp12 Miliar Disorot, Alamp Aksi Minta APH dan Itjen PUPR Turun Tangan

“Airnya berbau dan berminyak, sehingga masyarakat tidak bisa menggunakannya untuk MCK. Oleh karena itu, kami berharap dinas terkait segera turun ke lokasi untuk mengecek dan mencari sumber yang menjadi penyebab pencemaran ini,” kata Muhammad Ridha. .

Kepala Pengawasan Izin Lingkungan dan PPLH Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Aceh Timur Hermansyah mengatakan, pihaknya belum menerima laporan sungai tercemar yang menyebabkan ribuan ikan mati.

“Kami berharap kepala desa atau camat segera melaporkan. Namun informasi awal ini akan segera ditindaklanjuti di lapangan,” kata Hermansyah. (*)

Sumber: antara