Jember I Realitas – Rusunawa Putri Universitas Jember telah memadamkan mesin air untuk mengalir sejak Senin (10/10/22) lalu.
Pemadaman mesin air ini diketahui terjadi karena habisnya persediaan debit air mengalir sampai ke lantai 5 rusunawa tersebut.
“Iya, janjinya akan diperbaiki pada hari Senin, namun nyatanya sampai sekarang kami masih kesulitan beraktivitas karena tidak ada air” papar seorang penghuni rusunawa putri saat dilakukan wawancara pada Selasa pagi (18/10).
Para penghuni rusun putri mengaku bahwa kesulitan harus naik turun dari lantai 5 ke lantai dasar hanya untuk mendapatkan air.
Dampak matinya air ini sangat dirasakan terutama pada malam hari dimana mereka harus rela mengantri lama dan bahkan berjalan ke gedung-gedung lainnya untuk mandi, wudhu, dan buang air.
“Pastinya sangat berpengaruh ya, terutama pada malam hari dan apalagi bagi yang ada jadwal kuliah di pagi hari, dimana kami harus ngantri sejak subuh” sambungnya.

Terlihat bahwa perbaikan mesin air terus dilakukan sejak Rabu lalu hingga saat berita ini ditayangkan.
Para penghuni berharap perbaikan itu segera selesai agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas mereka secara normal seperti biasanya.
“Kami berharap sebesar-besarnya kepada pengurus untuk sigap dalam menyelesaikan permasalahan air di rusun kami. Karena sudah seminggu lamanya kami menunggu perbaikan air” tutup narasumber yang tidak ingin disebut identitasnya.
Penulis : Amanda Bunga
Editor : Rahmad

