Kuasa Hukum Penyorobotan Lahan Apresiasi Polrestabes Makassar

oleh -139.759 views
Kuasa Hukum Penyorobotan Lahan Apresiasi Polrestabes Makassar
FOTO Ist

Jakarta | Realitas –  Kuasa Hukum korban penyorobotan lahan mengapresiasi kinerja Polrestabes Makassar memasang atas police line dan tanda Pengawasan di lahan yang menjadi tempat kejadian perkar penyerobotan lahan.

“Tindakan polisi telah sesuai dengan KUHAP, UU Kapolri, dan Perkap Pedoman Penyidikan yang memerbolehkan penyidik untuk mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab di tempat kejadian perkara,” jelas Pahrur.

Perang Melawan Mafia Tanah Harus jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintahan Presiden Joko Widodo sangat serius menyelesaikan kasus mafia tanah. Pada Mei 2022, Presiden dan Menkopolhukam menyebutkan akan membentuk tim khusus yang akan menangani permasalahan mafia tanah dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Genderang perang terhadap mafia tanah juga disebutkan dalam pelanitkan Menteri ATR/BPN Yang baru, Marsekal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto.

Perintah Presiden sudah dilaksanakan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan membentuk tim khusus pemberantasan mafia dan Penyorobotan tanah.

“Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian khusus Bapak Presiden, dan saya diperintahkan Bapak Presiden untuk usut tuntas masalah mafia tanah,” kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).

“Saya perintahkan untuk seluruh anggota di seluruh jajaran untuk tidak ragu-ragu dan usut tuntas masalah mafia tanah, kembalikan hak masyarakat, bela hak rakyat tegakkan hukum secara tegas,”
Di tempat yang sama Adv Boris tampubolon yang juga kuasa hukum pemilik Lahan

“Kami mengapresiasi kinerja Polrestabes Makassar, terutama pada Kapolres, Kasat Reskrim beserta jajaran sehingga kasus ini cepat ditangani. Semoga ini menjadi bukti bahwa polisi tidak mau kalah melawan mafia tanah,”

Boris juga mengatakan jika pihak kuasa hukum telah melaporkan kasus ini kepada Kapolri, Kabareskrim, dan Kadivpropam Polri agar bisa mendapatkan perhatian khusus.

“Sebab tahun ini Presiden dan Kapolri telah mengumandangkan perang melawan mafia tanah. Momentum Hari Bhayangkara yang akan diperingati 1 Juli nanti seharusnya menjadi momentum kemenangan Polri dan masyarakat melawan mafia tanah,” ucap Boris. (*)