Upaya Penurunan Stunting Tahun 2020 di Kabupaten Lampung Timur

oleh -225.759 views

Lampung Timur I Realitas – Upaya penurunan stunting tahun 2020 di Kabupaten Lampung Timur.

Berdasarkan riskesda 2018 kasus stunting di kab Lampung Timur mencapai 25,4%Stunting menjadi ancaman besar bagi negara karena stunting pada anak balita dapat mengganggu perkembangan otak (kognitif), jumat 2/10/2020.

Hal ini-akan menurunkan kualitas SDM Bangsa Indonesia.

Upaya-upaya yang telah dilakukan dalamrangka penurunan stunting di Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2020 diantaranya adalah :

1. Rencana aksi daerah bersama lintas sektor terkait meliputi OPD BAPPEDA, PMD, Sosial, Ketahanan Pangan, Perikanan, Kominfo, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, PU, Pendidikan dan Kebudayaan, KEMENAG, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Perkebunan dan PP KB.

BACA JUGA :  Pengeboran Minyak Ilegal Marak di Aceh Timur LSM KANA: Siapa yang Melegalkan

Lintas sektor yang terkait pada intervensi penurunan stunting mengidentifikasi kebutuhan data dan rekomendasi kesenjangan -data dari analisis situasi sebagai informasi awal untuk mengidentifikasi masalah -ketersediaan, aksesibilitas dan kualitas data stunting.

2. Rembug Stunting tingkat Kabupaten bersama lintas sektor, sebagai forum Musyawarah dengan Lintas Sektor yang terkait pada intervensi penurunan stunting untuk bahas pencegahan dan lah Stunting di Kabupaten Lampung Timur.

3. Pertemuan Lintas Sektor dan Fasilitator Sosialisasi Regulasi di 15 Desa Lokus Stunting yang dihadiri oleh FORKOMPIMCAM, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Pamong Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, PKK, Kader dan Pengurus Organisasi Islam.

BACA JUGA :  Ketua DPRK Aceh Timur : Desak Regulasi serta Keterlibatan BPMA dan Kementerian ESDM

Bertujuan untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Desa, khususnya stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di desa.

4. Pemicuan Kelompok Pendukung ASI di 15 Desa Lokus Stunting. Bertujuan untuk mengembangkan pemberdayaan masyarakat Pendukung ASI Ekslusif sebagai intervensi spesifik pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

5. Integrasi Pemantauan pertumbuhan balita dan pemberian Vitamin A pada bulan Februari dan Agustus.

Merupakan salah satu upaya untuk menurunkan masalah kekurangan gizi dan stunting.

Pemantauan pertumbuhan disertai dengan pemantauan perkembangan untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini.(Wanda)