Kedok untuk Fantasi Seksual, Ngaku Dosen Bikin Riset Swinger

oleh -285.759 views

Yogyakarta I Realitas – Kedok untuk Fantasi Seksual, Ngaku Dosen Bikin Riset Swinger.

Bambang Arianto di Yogya membuat sebuah video pengakuan telah melakukan pelecehan seksual dengan kedok melakukan penelitian terkait perilaku swinger. Tak cuma itu, di video tersebut dia juga mengaku telah telah melakukan pelecehan fisik terhadap korban.

Video pengakuan Bambang Arianto menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat di Yogyakarta. Dalam video tersebut, Bambang Arianto menyatakan telah melakukan pelecehan seksual dengan kedok penelitian terkait swinger.

“Saya Bambang Arianto ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata,” demikian salah satu potongan pengakuannya dalam video yang tersebar luas hari ini, Selasa (3/8/2020).

Tak cuma itu, Bambang juga mengakui bahwa dirinya tak cuma berhenti pada fantasi secara virtual tentang swinger. Dia juga mengakui pernah melakukan pelecehan secara fisik terhadap korbannya, tanpa dijelaskan secara gamblang seperti apa pelecehan fisik yang telah dia lakukan dan kepada berapa korban dia melakukan itu.

“Saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik,” ujarnya dalam rekaman tersebut.

BACA JUGA :  Ketua DPRK Aceh Timur : Desak Regulasi serta Keterlibatan BPMA dan Kementerian ESDM

Bambang selanjutnya juga meminta maaf kepada para korban. Selain itu dia juga meminta maaf kepada NU dan UGM, karena telah mencatut nama organisasi dan kampus tersebut dalam mencari korban.

BACA JUGA :  Pengeboran Minyak Ilegal Marak di Aceh Timur LSM KANA: Siapa yang Melegalkan

“Secara khusus saya meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur maupun yang lain yang pernah menjadi korban pelecehan saya baik secara fisik, tulisan maupun verbal sehingga menimbulkan trauma,” kata dia.

“Saya juga minta maaf kepada NU dan UGM karena selama ini menyalahgunakan nama NU dan UGM dalam mencari target,” lanjut Bambang.(Dtc/Red)