Aceh Singkil I Realitas – Kami Baru saja Video Conference dengan Kapolda, Kapolri, di Asia tenggara Negara kita sudah ancang-ancang akan lockdown.
Hal itu disampaikan Kapolres Aceh Singkil AKBP Mike Hardy Wirapraja.S.I.K, MH. Pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Virus Corona (Covid-19) di Wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Kamis (19/3/2020) di ruang Of Room Kator Bupati Aceh Singkil.

AKBP Mike Hardy Wirapraja mejelaskan, pihak nya tadi malam sudah Koordinasi dengan Pimpinan daerah dan memberanikan diri untuk membentuk gugus tugas Percepatan penanganan Virus Corona (Covid-19).
Pembentukan gugus tugas sama seperti operasi dan seluruh sektoral, bukan hanya Kepolisian yang berperan untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) melainkan seluruh ini sektor, sebutnya.
AKBP Mike Hardy Wirapraja menjelaskan, Gugus tugas ini bertujuan untuk percepatan penanganan yang dibagi 3 (tiga) kegiatan yaitu Pencegahan, Penindakan dan Penanganan pasca penindakan, dengan berpedoman kepada Kepres Nomor 7 tahun 2020.
“Dalam Pemeliharaan Keamanan dan ketertiban masyarakat kami Kepolisian akan didepan”. Ujar Kapolres.
Terkait penanganan (Covid-19) kata Kapolres, pertama kita lakukan pencegahan dengan cara Sosialisasi dari seluruh sektor dan Deteksi mulai dari pintu-pintu masuk dengan membentuk pos darat laut dan udara. Sementara dengan kesehatan agar ditunjuk seluruh petugas dan peralatannya.
AKBP Mike Hardy Wirapraja meminta, agar seluruh Kepala Dinas dapat mensterilkan lingkungan kerja masing-masing, “kita belum lowkdown”, kita masih deteksi pencegahan, kita semua alat Negara dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Di akhir penyapaiabya, mengharapkan untuk penyusunan Gugus tugas agar terstruktur dan terarah. Tegas Mike Hardy Wiraprajanl.
Wakil Bupati Aceh Singkil H. Sazali, S.Sos Pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Virus Corona (Covid-19) menyampaikan, membuat gugus tugas sampai dengan penguatan mental Masyarakat.
Semua ini membutuhkan biaya, ” saya Perintahkan Sekda, Kepala Dinas Keuangan dan Inspektorat tolong agar anggaran nya di Kondisikan, jangan sempat tersendat “. Ujar Sazali.
Sementara Gugus tugas Operasi Penguatan mental Masyarakat penanggulan Virus Carona (Covid-19) Wakil Bupati Sazali perintahkan kepada dinas Syariat Islam.
Selain Wakil Bupati Aceh Singkil, dan Kapolres Aceh Singkil pads Rapat Koordinasi Penanggulangan Virus Corona (Covid-19) di Wilayah Kabupaten Aceh Singkil tersebut. Juga turut hadir.
Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
Dandim 0109/Aceh Singkil diwakili oleh Pasiter Kapten Inf. L Simamora, Kajari Aceh Singkil Amrizal Tahar, SH. MH. Ketua Pengadilan Negeri Aceh Singkil Hamzah Sulaiman, SH. Ketua MPU Aceh Singkil Adlimsyah, BA. Ketua Mahkamah Syariah Aceh Singkil diwakili, Sekda Aceh Singkil Drs. Azmi, Para Asisten Setdakab Aceh Singkil, Para Staf Ahli Bupati Aceh Singkil, Para Kepala SKPK Aceh Singkil, Ketua PCNU Kabupaten Aceh Singkil H. Roesman Hasmy, dan Para Peserta rapat yang 50 Orang.
Dokter Paru RSUD Aceh Singkil dr. Nila Saragih, dalam pemaparannya menyebutkan, Coronavirus merupakan virus RNA strain tunggal positif, berkapsul dan tidak bersegmen.
Coronavirus bersifat sensitif terhadap panas dan secara efektif dapat diinaktifkan oleh desinfektan mengandung klorin, pelarut lipid dengan suhu 56℃ selama 30 menit, eter, alkohol, asam perioksiasetat, detergen non-ionik, formalin, oxidizing agent dan kloroform.
Corana Virus terutama menginfeksi orang dewasa atau anak usia lebih tua, dengan gejala klinis ringan seperti common cold dan faringitis.
sampai berat seperti SARS atau MERS serta beberapa strain menyebabkan diare pada dewasa. Infeksi Coronavirus biasanya sering terjadi pada musim dingin dan semi. Jelas .dr. Nila Saragih.
Dikesempatan itu Ketua PCNU Kabupaten Aceh Singkil H. Roesman Hasmy mejelaskan.
“Penyakit sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan obat juga sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an”. Ucapnya.
Hasmy mejelaskan, Ulama sudah berbuat dalam menenangkan kepanikan Masyarakat Dengan cara mengajak masyarakat untuk membaca Qunut Nazdila secara berkala atau tertentu.
Konsep Agama harus kita libatkan untuk mensosialisasikan kepanikan Masyarakat tentang penyakit Corona Virus. Kita harus satu kata dan satu hati antara Pemerintah dengan Para Ulama. Pungkas Rosman Hasmy. (Rostani/Yudi)


