SD Di Wilayah PBB Kondisi Sekolah Rusak Parah

oleh -190.759 views
Inilah Kondisi bangunan Sekolah Sukamakmur rusak berat, plafon rusak, lantai dan jendela rusak.(foto: Istimewa/Realitas).

Aceh Singkil I Realitas – SD Di Wilayah PBB Kondisi Sekolah Rusak Parah .

Kondisi Salah satu sekolah terpencil di wilayah Kepulauan, Kecamatan Pulau Banyak Barat (PBB) Kab. Aceh Singkil, kini sudah rusak parah dan memperihatinkan.

Mirisnya, Sekolah Dasar (SD) Suka Makmur yang berada diseberang pulau sekitar 4 jam lebih perjalanan dari daratan Ibukota Aceh Singkil itu sepertinya kurang perhatian pemerintah dan terkesan diabaikan.

Mantan Kepala Desa Suka Makmur Mardin, menyebutkan, SD di wilayah Kepulauan Banyak itu saat ini kondisinya rusak berat.

“Kondisi bangunan rusak berat, plafon rusak, lantai dan jendela rusak,” kata mantan kecik masa jabatan tahun 2013 itu.

Begitupun Mardin mengakui, kondisi belajar mengajar di sekolah itu tidak separah seperti pemberitaan yang sempat viral di media sosial itu.

Katanya, bangku disekolah itu memang ada, namun memang tidak layak pakai. “Kursi, ada tapi kondisinya ada yang kakinya patah dan sudah goyang, bahaya kalau dipakai,” ucapnya.

Begitupun saat disinggung tentang kondisi aktifitas belajar-mengajar sekolah itu katanya, memang harus ada kesadaran masyarakat, bahwa pendidikan itu wajib.

BACA JUGA :  Mawardi di Malaysia, Isteri Diduga Diperkosa oleh Perangkat Desa : Datangi Kantor YARA Langsa Minta Dampingi Ke Kantor WH dan Polres Aceh Timur

Meski diakui kondisinya di daerah terpencil, dan guru ada juga yang dari luar desa setempat. Sehingga pembelajaran kurang maksimal, itu bisa dimaklumi.

Disebutkannya, Suka Makmur berpenduduk sekitar 300 jiwa yang merupakan desa terkecil di wilayah Kepulauan Banyak.

“Untuk berkomunikasi menelepon susah, kecuali mereka yang menelepon kedaratan, harus mencari sinyal dulu,” katanya.

Diabadikan, Murid-Murid SD Suka Makmur setelah mendapat bantuan mobiler, sepekan lalu. (Foto: Itimewa/Realitas)

 

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Murmo DM dikonfirmasi terpisah, Senin (13/1/2020) membantah jika kondisi sekolah itu tidak memiliki kursi belajar dan harus belajar jongkok.

Diakuinya, kepala sekolah sudah tidak memimpin sekolah itu sejak tiga bulan lalu. Yang bersangkutan telah mengusulkan pemberhentian, karena istrinya sakit-sakitan.

Sehingga melalui musyawarah bersama dengan pihak kecamatan, maka di nota dinaskan Musdar sebagai kepala sekolah saat ini.

Dari mana dibilang gak ada kursi, sekarang ini kursi ada 60, karena masih ada kursi yang lama. Sedangkan jumlah murid hanya sekitar 31 orang.

BACA JUGA :  Rencana Demo Dugaan Korupsi Videotron IAIN Langsa Mendadak Batal, Publik Pertanyakan Sikap ALASKA : Ketua YARA Langsa Desak Dirkrimsus Periksa Kasus Dugaan Korupsi Videotron

Begitupun Murmo membantah jika Dinas Pendidikan terkesan mengabaikan sekolah yang berada di Kepulauan itu.
Sebenarnya mobiler itu sudah diprogramkan dan menunggu realisasinya saja.

Karena banyak sekolah-sekolah yang besar sehingga menjadi prioritas. Namun bukan berarti mengabaikan sekolah-sekokah kecil, katanya.

Kelemahannya, kepala sekolah SD Suka Makmur, yang lama tidak melaporkan kondisi sekolah melalui Data Dapodik.

Sebab saat ini semua usulan sudah sistem online, berapa kursi, berapa ruang belajar, apa yang rusak.

Meski dapodik mereka aktif, tapi lama tidak terisi, itu yang jadi masalah. “Jadi bagaimana bisa tercover untuk memenuhi kebutuhan sekolah,” ucap Murmo.

Dijelaskannya, Dinas Pendidikan telah mengirim 4 set mobiler untuk 4 lokal disekolah itu, Senin (6/1) sore. “Jumlahnya 4 set kali 32 unit, ya sudah lebih mencukupi untuk ruang belajar yang hanya 30 murid,” kata Murmo yang menyebutkan akan melakukan renovasi sekolah itu. (Rostani/Yudi)