Bangkai Kambing Dihalaman Kantor Pemeritah Dibiarkan Pemiliknya

oleh -154.759 views

Aceh Singkil I Realitas – Bangkai Kambing Dihalaman Kantor Pemeritah Dibiarkan Pemiliknya, Se-ekor ternak kambing mati yang sudah menjadi bangkai terpajang di teretoar Pinggir jalan dua jalur Kabupaten Aceh Singkil tepatnya diluar pinggir pagar pintu gerbang kantor Pemeritahan BPM kabupaten Aceh Singkil berseberangan dengan kator Dinas Kesehatan dan kantor Bupati Aceh Singkil dibiarkan pemiliknya. Rabu, (20/11/2019).

Bangkai kambing tersebut berwana hitam putih sudah mengeluarkan bau tak sedap dan sempat didatanggi sekor biawak mencoba mangsa bangkai kambing.

Menurut warga yang militas di jalan itu mengatakan, ternak kambing itu hampir setiap hari kita temukan berkeliar ditengah tengah kota yang hingga masuk kepekarangan rumah warga dan memakan tanaman.

BACA JUGA :  Pengeboran Minyak Ilegal Marak di Aceh Timur LSM KANA: Siapa yang Melegalkan

Selain masuk pekarangan rumah warga, kambing itu juga bebas memasuki perkantoran pemerintah. Katanya.

Bangkai kambing tersebut sudah sering kita temuka mati diabiarkan pemiliknya dipinggir jalan, lebih lanjut kata warga setempat menyebutkan, kambing tersebut juga sudah sering kita temukan mati ditengah jalan kota singkil, diduga tertabrak kenderan roda empat.

Dan tak jarang juga terjadi bagi pengendera kenderaan roda dua saat melaju kecang mengalami kecelakaan akibat gara-gara ternak kambing tiba- tiba melintas di jalan tersebut.

BACA JUGA :  Ketua DPRK Aceh Timur : Desak Regulasi serta Keterlibatan BPMA dan Kementerian ESDM

“Sudah tidak aneh dan tapi ini adalah kenyataan, dimana selama ini sipemilik ternak sepertinya membiar ternaknya bekeliar tidak pulang kandang”, kata warga.

Dan warga tersebut memberikan cotoh katanya, apabila ada kabar dari orang menyebutkan disana ada ternak kambing beranak, boro-boro sipemiknya langsung datang dan menemui membawanya kambing dengan gembira.

Tapi sebaliknya sipemilik ternak kambing tersebut mendengar ada kambing mati ditengah jalan sipemiliknya tidak mau mengakui bahwa kambing tersebut miliknya. (Rostani/Yudi)