Aceh Singkil | REALITAS – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Singkil tetap melakukan pengawasan, dan saat ini kami melakukan pengkajian dulu dengan Kepala Desa dan tokoh masyarakat Aminullah terkait kebocoran Limbah Kolam Pabrik Sawit PT Nafasindo.
Diduga menyebabkan Ribuan Ikan mati di aliran Sungai Lae Gombar, Desa Ladang Bisik, Muara Pea, Kecamatan Kota Baharu, serta Desa Pea Jambu dan Desa Srikayu di Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil, (6/9/2025)
Ketua YARA Perwakilan Aceh Singkil, Kaya Alim Bako menilai kasus ini agak aneh karena pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Singkil datang 5 jam pasca bocornya kolam limbah Pabrik Sawit PT.Nafasindo langsung sampel limbah hasilnya dibawah mutu ujar ditempat terpisah masih dikantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (25/9/2025).
Tetapi yang anehnya mereka tidak melibat Dinas Perikanan melakukan uji laboratorium karna ada ribuan ikan yang mati, apa penyebab ikan mati seharusnya demikian.
Sementara menurut pengakuan dan penjelasan dari Kadis DLH mereka tidak melakukan uji laboratorium terkait ikan yang mati tersebut.
Jika dilakukan uji laboratorium, kita akan tahu apa penyebab ikan tersebut mati, menurut hasil Laboratorium yang diumumkan tadi itu bertentangan dengan pihak PT Nafasindo, ujar Kaya Halim Bako.
” Sementara pihak Nafasindo mengakui kebocoran kolam limbah mereka tapi hasilnya dibawah mutu ini ada kejanggalan” tambah Kaya Halim Bako.
Tapi pun demikian pihak YARA Perwakilan Aceh Singkil tetap melakukan pengawasan, dan saat ini kami melakukan pengkajian dulu dengan Kela Desa dan tokoh masyarakat Aminulah. Apakah itu nanti diambi langkah hukum, gugatan perdata terhadap perusahan PT Nafasindo dalam waktu dekat akan kami sampaikan nanti.Pungkas Kaya Halim Bako.(Rostani)











