Aceh Tamiang | REALITAS – Mahasiswa KKN Kelompok 46 IAIN Langsa melaksanakan kegiatan bertajuk Festival Anak Sholeh. Acara ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang menyasar anak-anak TPQ dan TPA di Desa Sumber Makmur. Berlangsung di Musholla Al Ikhlas, Dusun Makmur, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (21/08/2025).
Anak-anak yang rutin mengikuti pengajian di TPQ dan TPA diundang secara langsung untuk memeriahkan acara tersebut dan menjadi peserta aktif dalam berbagai kegiatan islami yang diselenggarakan.
Festival ini turut dihadiri oleh kepala desa, para guru pengajar TPQ dan TPA, serta perwakilan dari Badan Kemakmuran Musholla (BKM) Al Ikhlas. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan, baik dari peserta maupun para pendamping. Serangkaian lomba edukatif bernuansa islami disiapkan untuk meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an dan mempererat hubungan antar santri, pengajar, serta masyarakat. Suasana musholla dipenuhi semangat ukhuwah dan kebersamaan yang luar biasa.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Mereka memberikan dukungan moril kepada mahasiswa KKN yang telah menggagas dan merealisasikan acara ini. Para orang tua santri dan warga setempat mengaku senang melihat anak-anak mereka dilibatkan dalam kegiatan positif yang membangun karakter dan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman. Kehadiran kepala desa dan pengurus BKM menjadi simbol pentingnya sinergi antara mahasiswa dan elemen masyarakat dalam membangun kegiatan keagamaan di desa.
Salah satu guru TPQ menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya acara ini. “Saya pribadi sangat senang dan mengapresiasi Festival Anak Sholeh ini. Dari dulu saya punya keinginan membuat acara serupa, namun belum terlaksana. Dengan adanya mahasiswa KKN, niat itu akhirnya terwujud. Acara ini memberi motivasi besar bagi para santri untuk terus giat mengaji dan mencintai Al-Qur’an,” ungkap Bu Ila.
Kegiatan mahasiswa KKN 46 ini menunjukkan bahwa program yang diinisiasi mahasiswa benar-benar menyentuh kebutuhan dan harapan masyarakat. Festival Anak Sholeh ini menjadi bukti nyata bahwa peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat bisa memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan.
Selain mempererat hubungan antara TPQ/TPA dan lingkungan sekitar, juga diharapkan menjadi inspirasi agar kegiatan serupa terus digalakkan secara berkala, baik oleh pemuda desa maupun lembaga pendidikan lainnya. (Cut)


