Tapaktuan I REALITAS – Bayak aset milik Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Aceh Selatan, baik aset bergerak maupun yang tidak bergerak, masih bergentayangan di kabupaten setempat.
Sehingga dari berbagai kalangan masyarakat yang disebut-sebut sebagai daerah penghasil komanditi pala tersebut, menjadi suatu pertanyaan besar.
Karena aset-aset itu baik yang tidak bergerak seperti rumah dinas ditempati oleh orang-orang yang tidak berhak menempatinya. Demikian juga halnya aset yang bergerak, seperti kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat, dipakai oleh oknum-oknum masyarat yang merupakan yang tidak ada sangkut pautnya dengan kedinasan.
Padahal Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, beberapa bulan terakhir ini sudah melakukan penertiban untuk mengecek fisik kendaraan maupun menarik kendaraan tersebut selama ini dipakai oleh orang lain, baik pensiunan PNS maupun kepada Non PNS.
Maksud dan tujuan Bupati H. Mirwan MS, merupakan cukup baik dalam penilaian masyarat, demi untuk penertipan aset-aset daerah.
Tapi kenyataannya sekarang, terulang lagi bahwa masih banyak aset-aset yang dipakai oleh oknum-oknum (yang bukan PNS-red). Baik kendaraan roda empat dan dua merupakan kendaraan Plat merah, berubah plat putih atau plat hitam, ujar sejumlah masyarat yang enggan disebutkan jati dirinya pada media ini.
Mereka berharap kepada Bupati Aceh Selatan, untuk dapat menarik kembali dan menertipkan aset tersebut, demi terjaganya nama baik pemerintah daerah.
Menurut pantauan media ini, apa dikatakan sejumlah elemen masyarat yang layak dipercayakan itu, ada benarnya.
Kabid Aset BPKD
Kepala bidang (Kabid) Aset BPKD Aceh Selatan, Irwansyah, dihubungi Media Realitas, Selasa, 29 Juli 2025, mengakui ada aset-aset dipakai oleh orang lain.
Ia juga mengakui, saya berikan itu sesuai dengan adanya persetujuan Pak Bupati melaui rekumnya secara tertulis, ucapnya singkat.(*)


